Sample Feature Post 1 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 2 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 3 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Showing posts with label Dunia. Show all posts
Showing posts with label Dunia. Show all posts
Tuesday, June 07, 2016
Ramadan begins in Australia
Ramadan (also known as Ramadhan or Ramzan) is the ninth month in the Islamic calendar. It is a period of prayer, fasting, charity-giving and self-accountability for Muslims in Australia. The first verses of the Koran (Qu'ran) were revealed to the Prophet Muhammad (also written as Mohammad or Muhammed) during the last third of Ramadan, making this an especially holy period.
Many Muslims in Australia fast during the daylight hours in the month of Ramadan. Fasting during Ramadan is one of the Five Pillars (fundamental religious duties) of Islam. It is a time of self-examination and increased religious devotion. It is common to have a pre-fast meal (suhoor) before sunrise and an evening meal (iftar) after sunset during Ramadan. Some groups of people, including the chronically ill, mentally challenged, and the elderly who cannot participate due to health reasons, are exempt from fasting. It is also not allowed to have sexual relations or smoke during the day.
Ramadan is also a time for many Muslims to donate to charity by participating in food drives for the poor, organizing a collection or charity event, and other voluntary activities. They are also encouraged to read the Qur'an often during Ramadan. Some Muslims recite the entire Qur'an by the end of Ramadan through special prayers known as Tarawih, which are held in the mosques every night of the month, during which a section of the Qur'an is recited.
Many Islamic businesses and organizations may amend opening hours to suit prayer times during Ramadan in Australia. There may also be some congestion around mosques during prayer times, such as in the evenings.
Ramadan is the ninth month in the Islamic calendar, which consists of 12 months and lasts for about 354 days. The word “Ramadan” is derived from an Arabic word for intense heat, scorched ground and shortness of food and drink. It is considered to be the most holy and blessed month. Fighting is not allowed during this period.
The month of Ramadan traditionally begins with a new moon sighting, marking the start of the ninth month in the Islamic calendar. Many Muslims (except children, the sick and the elderly) abstain from food, drink, and certain other activities during daylight hours in Ramadan. This is considered as the holiest season in the Islamic year and commemorates the time when the Qu’ran (Islamic holy book) is said to have been revealed to the Prophet Muhammad. This occurred on Laylat Al-Qadr, one of the last 10 nights of the month. Ramadan ends when the first crescent of the new moon is sighted again, marking the new lunar month’s start. Eid-al-Fitr is the Islamic holiday that marks the end of Ramadan.
Thursday, May 12, 2016
Kisah sedih seorang IBU
Kisah Sedih Seorang Ibu( WAJIB BACA )
Jalannya sudah tertatih-tatih, karena
usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga
kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan
mau keluar rumah. Walaupun ia
mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah
jompo, karena kehadirannya tidak
diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa
berat penderitaannya ketika akan
melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari
anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung
jawab atas perbuatannya. Di samping itu
keluarganya menuntut agar ia
menggugurkan bayi yang belum dilahirkan,
karena keluarganya merasa malu
mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap
mempertahankannya, oleh sebab itu ia
diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib
yang harus di tanggung, ia pun
harus bekerja berat di pabrik untuk
membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang
mendampinginya. Ia tidak mendapatkan
kecupan manis
maupun ucapan selamat dari siapapun
juga, yang ia dapatkan hanya cemohan,
karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa. Walaupun demikian ia merasa
bahagia
sekali atas berkat yang didapatkannya dari
ALLAH SWT di mana ia telah dikaruniakan
seorang putri. Ia berjanji akan memberikan
seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya
seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi
nama Love - Kasih. Siang ia harus bekerja
berat di pabrik dan di
waktu malam hari ia harus menjahit sampai
jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa
dapatkan. Terkadang ia harus menjahit
sampai jam 2
pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah
sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia
dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant.
Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai
kehidupan maupun biaya sekolah putrinya
yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi,
karena ia masih tetap mengharapkan,
bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di
samping itu ia tidak mau memberikan ayah
tiri kepada putrinya. Sejak ia melahirkan
putrinya ia menjadi
seorang vegetarian, karena ia tidak mau
membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa
beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya
sendiri ia tidak pernah mau
membeli pakaian baru, ia selalu menerima
dan memakai pakaian bekas pemberian
orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia
berikan, mulai dari pakaian sampai dengan
makanan. Pada suatu saat ia jatuh sakit,
demam
panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali,
karena pada saat itu lagi musim . Ia telah menjanjikan untuk memberikan
sepeda sebagai hadiah Ulang tahunyaa
untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang
telah dikumpulkannya belum
mencukupinya. Ia tidak ingin
mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran
dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan
lemah, ia tetap memaksakan diri untuk
keluar rumah dan bekerja. Sejak saat
tersebut ia kena penyakit rheumatik,
sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan
putrinya dan
memberikan hanya yang terbaik bagi
putrinya walaupun untuk ini ia harus
bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun
tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya
yang tercinta. Karena perjuangan dan
pengorbanannya
akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya
diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta
kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak
pernah mau mengakui bahwa ia masih
mempunyai orang tua. Ia merasa malu
bahwa ia ditinggal minggat
oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu
mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di
restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku
kepada calon suaminya bahwa kedua
orang tuanya sudah meninggal dunia.
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya
bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan. Ia tidak
diundang, bahkan kehadirannya
tidaklah diinginkan, sambil mendoakan agar
ALLAH SWT selalu melindungi dan meridoi
putrinya yang tercinta. Sejak saat itu
bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia
dilarang dan tidak boleh menghubungi
putrinya. Pada suatu hari ia membaca di
koran
bahwa putrinya telah melahirkan seorang
putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah
mempunyai seorang cucu. Ia sangat
mendambakan sekali untuk bisa
memeluk dan menggendong cucunya,
tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh
menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada ALLAH
SWT, agar ia bisa mendapatkan
kesempatan untuk melihat dan bertemu
dengan anak dan cucunya, karena
keinginannya sedemikian besarnya untuk
bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk
menjadi babu di rumah keluarga putrinya.
Ia merasa bahagia sekali, karena
lamarannya diterima dan diperbolehkan
bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa
dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan
sebagai Oma dari cucunya melainkan
hanya sebagai babu dari keluarga tersebut.
Ia merasa berterima kasih sekali kepada
allah swt, bahwa ia permohonannya telah
dikabulkan. Di rumah putrinya, ia tidak pernah
mendapatkan perlakuan khusus, bahkan
binatang peliharaan mereka jauh lebih
dikasihi oleh putrinya daripada dirinya
sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak
dan dimaki oleh putri dan anak darah
dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia
hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm
kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia
berdoa agar ALLAH SWT mau
mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada
putrinya, ia berdoa agar hukuman itu
dilimpahkan saja kepadanya, karena ia
sangat menyayangi putrinya. Setelah
bekerja bertahun-tahun sebagai
babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia
menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi.
Mantunya merasa berhutang budi kepada
pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia
memberikan kesempatan untuk
menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh
bertemu lagi dengan putri kesayangannya.
Uang pension yang ia dapatkan selalu ia
sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan
pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia
membutuhkan bantuannya. Pada tahun lampau beberapa hari, ia jatuh
sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa
saatnya sudah tidak lama lagi. Ia
merasakan bahwa ajalnya sudah
mendekat. Hanya satu keinginan yang ia
dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk
bisa bertemu dan boleh melihat putrinya
sekali lagi. Di samping itu ia ingin
memberikan seluruh
uang simpanan yang ia telah kumpulkan
selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya. Suhu diluaran telah
mencapai 17 derajat di
bawah nol dan salujupun turun dengan
lebatnya, jangankan manusia anjingpun
pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi,
karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk
pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu
dengan putrinya sekali lagi
yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil
karena kedinginan, ia menunggu
datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak
rumah jompo tempat di mana ia tinggal
letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu
perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi
seorang nenek tua yang berada dlm
keadaan sakit. Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah
dan kedinginan ia mengetuk rumah
putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang
membukakan pintu rumah gedong di mana
putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat
datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali
dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor:
"Kamu sudah bekerja di rumah kami
puluhan tahun sebagai pembantu, apakah
kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu
ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!" "Nak, Ibu datang bukannya untuk
bertamu
melainkan hanya ingin memberikan hadiah
ulang tahun untukmu. Ibu ingin melihat
kamu sekali lagi, mungkin
yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali
dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat
lagi nak!" kata wanita tua itu. "Maaf saya
tidak ada waktu, di samping itu
sebentar lagi kami akan menerima tamu
seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon
dahulu, jangan sembarangan datang
begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada
kesal.
Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia
mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak
ada rasa kasih, jangankan kasih,
belas kasihanpun tidak ada. Setelah
beberapa saat kemudian bel rumah bunyi
lagi, ternyata ada orang mau pinjam
telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami
pinjam teleponnya sebentar untuk
menelpon ke kantor polisi, sebab di halte
bus di depan ada seorang nenek
meninggal dunia, rupanya ia mati
kedinginan!" Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan
jasmaniahnya saja, tetapi juga
perasaannya. Ia sangat mendambakan
sekali kehangatan
dari kasih sayang putrinya yang tercinta
yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya. Seorang Ibu melahirkan dan
membesarkan
anaknya dengan penuh kasih sayang
tanpa mengharapkan pamrih apapun juga.
Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan
waktunya 24 jam sehari bagi anak- anaknya, tidak ada perkataan siang
maupun malam, tidak ada perkataan lelah
ataupun tidak
mungkin dan ini 366 hari dlm setahun.
Seorang Ibu mendoakan dan mengingat
anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun
sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa
kita baru bisa dan mau
memberikan bunga maupun hadiah
kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu
saja "Mother's Day" sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-
boro memberikan hadiah, untuk menelpon
saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa
lebih membahagiakan Ibu
kita apabila kita mau memberikan sedikit
waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun
hadiah. Renungkanlah: Kapan kita terakhir
kali
menelpon Ibu? Kapan kita terakhir
mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita
mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan
manis dengan ucapan terima kasih kepada
Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali
berdoa untuk Ibu kita? Berikanlah kasih
sayang selama Ibu kita
masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah
berangkat, karena Ibu tidak akan bisa
melihatnya lagi Semoga tulisan ini dapat
membuka pintu
hati kita yang telah lama terkunci ... Semoga
bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika
menurut sahabat note ini bermanfaat .... #
BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA
ILAHI# Subhanallah wabihamdihi
Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka
Wa'atuubu Ilaik ..
Jalannya sudah tertatih-tatih, karena
usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga
kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan
mau keluar rumah. Walaupun ia
mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah
jompo, karena kehadirannya tidak
diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa
berat penderitaannya ketika akan
melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari
anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung
jawab atas perbuatannya. Di samping itu
keluarganya menuntut agar ia
menggugurkan bayi yang belum dilahirkan,
karena keluarganya merasa malu
mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap
mempertahankannya, oleh sebab itu ia
diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib
yang harus di tanggung, ia pun
harus bekerja berat di pabrik untuk
membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang
mendampinginya. Ia tidak mendapatkan
kecupan manis
maupun ucapan selamat dari siapapun
juga, yang ia dapatkan hanya cemohan,
karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa. Walaupun demikian ia merasa
bahagia
sekali atas berkat yang didapatkannya dari
ALLAH SWT di mana ia telah dikaruniakan
seorang putri. Ia berjanji akan memberikan
seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya
seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi
nama Love - Kasih. Siang ia harus bekerja
berat di pabrik dan di
waktu malam hari ia harus menjahit sampai
jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa
dapatkan. Terkadang ia harus menjahit
sampai jam 2
pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah
sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia
dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant.
Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai
kehidupan maupun biaya sekolah putrinya
yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi,
karena ia masih tetap mengharapkan,
bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di
samping itu ia tidak mau memberikan ayah
tiri kepada putrinya. Sejak ia melahirkan
putrinya ia menjadi
seorang vegetarian, karena ia tidak mau
membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa
beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya
sendiri ia tidak pernah mau
membeli pakaian baru, ia selalu menerima
dan memakai pakaian bekas pemberian
orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia
berikan, mulai dari pakaian sampai dengan
makanan. Pada suatu saat ia jatuh sakit,
demam
panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali,
karena pada saat itu lagi musim . Ia telah menjanjikan untuk memberikan
sepeda sebagai hadiah Ulang tahunyaa
untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang
telah dikumpulkannya belum
mencukupinya. Ia tidak ingin
mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran
dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan
lemah, ia tetap memaksakan diri untuk
keluar rumah dan bekerja. Sejak saat
tersebut ia kena penyakit rheumatik,
sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan
putrinya dan
memberikan hanya yang terbaik bagi
putrinya walaupun untuk ini ia harus
bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun
tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya
yang tercinta. Karena perjuangan dan
pengorbanannya
akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya
diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta
kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak
pernah mau mengakui bahwa ia masih
mempunyai orang tua. Ia merasa malu
bahwa ia ditinggal minggat
oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu
mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di
restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku
kepada calon suaminya bahwa kedua
orang tuanya sudah meninggal dunia.
Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya
bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan. Ia tidak
diundang, bahkan kehadirannya
tidaklah diinginkan, sambil mendoakan agar
ALLAH SWT selalu melindungi dan meridoi
putrinya yang tercinta. Sejak saat itu
bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia
dilarang dan tidak boleh menghubungi
putrinya. Pada suatu hari ia membaca di
koran
bahwa putrinya telah melahirkan seorang
putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah
mempunyai seorang cucu. Ia sangat
mendambakan sekali untuk bisa
memeluk dan menggendong cucunya,
tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh
menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada ALLAH
SWT, agar ia bisa mendapatkan
kesempatan untuk melihat dan bertemu
dengan anak dan cucunya, karena
keinginannya sedemikian besarnya untuk
bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk
menjadi babu di rumah keluarga putrinya.
Ia merasa bahagia sekali, karena
lamarannya diterima dan diperbolehkan
bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa
dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan
sebagai Oma dari cucunya melainkan
hanya sebagai babu dari keluarga tersebut.
Ia merasa berterima kasih sekali kepada
allah swt, bahwa ia permohonannya telah
dikabulkan. Di rumah putrinya, ia tidak pernah
mendapatkan perlakuan khusus, bahkan
binatang peliharaan mereka jauh lebih
dikasihi oleh putrinya daripada dirinya
sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak
dan dimaki oleh putri dan anak darah
dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia
hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm
kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia
berdoa agar ALLAH SWT mau
mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada
putrinya, ia berdoa agar hukuman itu
dilimpahkan saja kepadanya, karena ia
sangat menyayangi putrinya. Setelah
bekerja bertahun-tahun sebagai
babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia
menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi.
Mantunya merasa berhutang budi kepada
pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia
memberikan kesempatan untuk
menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh
bertemu lagi dengan putri kesayangannya.
Uang pension yang ia dapatkan selalu ia
sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan
pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia
membutuhkan bantuannya. Pada tahun lampau beberapa hari, ia jatuh
sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa
saatnya sudah tidak lama lagi. Ia
merasakan bahwa ajalnya sudah
mendekat. Hanya satu keinginan yang ia
dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk
bisa bertemu dan boleh melihat putrinya
sekali lagi. Di samping itu ia ingin
memberikan seluruh
uang simpanan yang ia telah kumpulkan
selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya. Suhu diluaran telah
mencapai 17 derajat di
bawah nol dan salujupun turun dengan
lebatnya, jangankan manusia anjingpun
pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi,
karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk
pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu
dengan putrinya sekali lagi
yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil
karena kedinginan, ia menunggu
datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak
rumah jompo tempat di mana ia tinggal
letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu
perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi
seorang nenek tua yang berada dlm
keadaan sakit. Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah
dan kedinginan ia mengetuk rumah
putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang
membukakan pintu rumah gedong di mana
putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat
datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali
dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor:
"Kamu sudah bekerja di rumah kami
puluhan tahun sebagai pembantu, apakah
kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu
ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!" "Nak, Ibu datang bukannya untuk
bertamu
melainkan hanya ingin memberikan hadiah
ulang tahun untukmu. Ibu ingin melihat
kamu sekali lagi, mungkin
yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali
dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat
lagi nak!" kata wanita tua itu. "Maaf saya
tidak ada waktu, di samping itu
sebentar lagi kami akan menerima tamu
seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon
dahulu, jangan sembarangan datang
begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada
kesal.
Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia
mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak
ada rasa kasih, jangankan kasih,
belas kasihanpun tidak ada. Setelah
beberapa saat kemudian bel rumah bunyi
lagi, ternyata ada orang mau pinjam
telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami
pinjam teleponnya sebentar untuk
menelpon ke kantor polisi, sebab di halte
bus di depan ada seorang nenek
meninggal dunia, rupanya ia mati
kedinginan!" Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan
jasmaniahnya saja, tetapi juga
perasaannya. Ia sangat mendambakan
sekali kehangatan
dari kasih sayang putrinya yang tercinta
yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya. Seorang Ibu melahirkan dan
membesarkan
anaknya dengan penuh kasih sayang
tanpa mengharapkan pamrih apapun juga.
Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan
waktunya 24 jam sehari bagi anak- anaknya, tidak ada perkataan siang
maupun malam, tidak ada perkataan lelah
ataupun tidak
mungkin dan ini 366 hari dlm setahun.
Seorang Ibu mendoakan dan mengingat
anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun
sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa
kita baru bisa dan mau
memberikan bunga maupun hadiah
kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu
saja "Mother's Day" sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-
boro memberikan hadiah, untuk menelpon
saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa
lebih membahagiakan Ibu
kita apabila kita mau memberikan sedikit
waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun
hadiah. Renungkanlah: Kapan kita terakhir
kali
menelpon Ibu? Kapan kita terakhir
mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita
mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan
manis dengan ucapan terima kasih kepada
Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali
berdoa untuk Ibu kita? Berikanlah kasih
sayang selama Ibu kita
masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah
berangkat, karena Ibu tidak akan bisa
melihatnya lagi Semoga tulisan ini dapat
membuka pintu
hati kita yang telah lama terkunci ... Semoga
bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika
menurut sahabat note ini bermanfaat .... #
BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA
ILAHI# Subhanallah wabihamdihi
Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka
Wa'atuubu Ilaik ..
Saturday, March 19, 2016
Kehidupan Sosial Manusia
Kehidupan Sosial Manusia
A. Interaksi Sosial Sebagai Proses Sosial
1. Pengertian
Manusia dalam menjalani kehidupan memerlukan hubungan atau berkomunikasi dengan manusia lain, baik secara secara lisan maupun dengan isyarat. Ketika individu berhubungan dengan individu lain, berarti individu tersebut sedang berinteraksi. Dan adanya interaksi sosial yang terjadi di antara para pelakunya dapat menimbulkan proses sosial.
a. Interaksi sosial
Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis baik yang menyangkut antara orang perseorangan, antara perseorangan dengan kelompok manusia maupun antara kelompok dengan kelompok manusia lainnya. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial. Sebab, tanpa adanya interaksi, tidak akan ada kehidupan bersama. Dalam interaksi sosial, hubungan yang terjadi harus secara timbal balik. Artinya kedua belah pihak harus saling merespon.
Ø Unsur pokok dalam interaksi sosial antara lain:
1. Terjadi proses dalam interaksi, yaitu berlangsungnya hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.
2. Terjadinya komunikasi, yaitu hubungan timbal balik antarindividu, individu dengan kelompok, atau hubungan antarkelompok.
3. Terjadi saling memengaruhi dari dua orang atau dua kelompok yang saling berhubungan.
4. Tindakan dan pikiran yang saling memengaruhi dua pihak yang berkomunikasi.
b. Proses sosial
Proses sosial adalah cara-cara berhubungan para individu maupun kelompok yang saling bertemu, kemudian terjadi perubahan-perubahan yang mampu menggoyahkan cara-cara hidup yang telah ada. Proses sosial merupakan cara-cara berhubungan dalam kehidupan masyarakat yang dapat dilihat apabila individu atau kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut.
- Menurut Gillin dan Gillin, proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila antarindividu dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu, kemudian menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut.
- Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial adalah pengaruh timbal balik antarberbagai segi kehidupan bersama.
2. Proses interaksi sosial
a. Syarat adanya interaksi sosial
Proses interaksi sosial terjadi apabila di antara pihak yang berinteraksi melakukan kontak sosial dan komunikasi.
1. Kontak sosial merupakan hubungan antara individu satu dengan individu lain yang bersifat langsung, seperti sentuhan, percakapan, maupun tatap muka sebagai wujud aksi dan reaksi.
- Kontak sosial menurut Soerjono Soekanto yaitu kata “kontak” berasal dari bahasa Latin, yaitu berasal dari kata con dan tangere. Kata con berarti bersama-sama sedangkan tangere mengandung pengertian menyentuh. Jadi dapat disimpulkan bahwa kontak berarti bersama-sama saling menyentuh secara fisik.
- Menurut Karl Mannheim, kontak dapat dibedakan menjadi:
a. Kontak primer adalah kontak yang dikembangkan dalam media tatap muka.
b. Kontak sekunder adalah yaitu kontak yang terjadi secara tidak langsung dan memerlukan perantara tertentu. Kontak sekunder dibedakan menjadi:
1. Kontak sekunder langsung yaitu kontak yang terjadi antara masing-masing pihak melalui alat tertentu. Misalnya, kontak dapat dilakukan melalui surat, telepon, sms, internet dan sebagainya.
2. Kontak sekunder tidak langsung yaitu kontak yang memerlukan pihak ketiga. Misalnya, pesan dari kepala sekolah untuk para murid yang disampaikan melalui guru wali kelas.
- Kontak sosial dilihat dari sifatnya dibedakan menjadi:
a. Kontak sosial positif, yaitu kontak sosial yang mengarah pada suatu kerjasama.
b. Kontak sosial negatif, yaitu kontak sosial yang mengarah pada suatu pertentangan, bahkan berakibat memutuskan interaksi.
- Kontak sosial dilihat dari pelakunya dibedakan menjadi:
a. Kontak sosial antarindividu, yaitu kontak sosial yang melibatkan dua orang saja.
b. Kontak sosial antarindividu dengan kelompok, yaitu kontak sosial yang menunjukkan adanya individu yang melakukan aksi dengan kelompok.
c. Kontak sosial antara kelompok dengan kelompok, yaitu kontak sosial yang menunjukkan adanya satu kelompok yang melakukan aksi pada kelompok lain.
b. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain, yang dilakukan secara langsung maupun melalui alat bantu agar orang lain memberikan tanggapan atau respons tertentu. Dengan adanya komunikasi mungkin individu atau kelompok dapat melakukan kerjasama, akan tetapi bila terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi (misscommunication) maka dapat menimbulkan pertikaian atau konflik.
b. Faktor-faktor interaksi sosial
1. Motivasi
Motivasi adalah dorongan yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga orang yang diberi motivasi melaksanakan apa yang disarankan dengan penuh tanggung jawab, kritis dan rasional.
2. Sugesti
Sugesti adalah pengaruh dari seseorang kepada orang lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti/melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional. Sugesti bukan merupakan proses belajar, melainkan proses meningkatkan suatu reaksi yang sudah ada pada dirinya. Sugesti terjadi karena pihak yang menerima anjuran itu tergugah secara emosional tanpa dipikir terlebih dahulu.
3. Simpati
Simpati adalah perasaan tertarik kepada orang lain karena sikap, penampilan, wibawa, perbuatannya yang sedemikian rupa. Rasa simpati akan muncul karena adanya perasaan. Faktor simpati yang utama adalah ingin mengerti dan ingin bekerja sama dengan orang lain.
4. Empati
Empati adalah perasaan tertarik dan ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain tersebut. Sebagai contoh, jika ada orang yang sedang dilanda kesusahan (sakit misalnya), kita tertarik untuk memerhatikan dan ikut merasakan apa yang dirasakan orang tersebut.
5. Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Proses identifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya, sehingga pandangan dan sikap orang lain bisa masuk ke dalam jiwanya.
6. Imitasi
Imitasi adalah tindakan seseorang yang meniru orang lain baik dalam hal tingkah laku, penampilan maupun gaya hidup. Faktor imitasi akan memunculkan dampak positif dan negatif. Dampak positif kalau yang diimitasinya itu berupa kaidah-kaidah (norma) dan perilaku yang baik. Sebaliknya imitasi ini akan berdampak negatif kalau yang ditiru itu berupa perilaku yang tidak baik. Selain itu imitasi juga bisa melemahkan daya kreasi seseorang.
B. Sosialisasi
1. Pengertian sosialisasi
Yang dimaksud dengan sosialisasi adalah suatu proses yang membantu individu melalui proses belajar dan menyesuaikan diri, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
Ø Pengertian proses sosialisasi menurut beberapa ahli yaitu:
a. Menurut Hassan Shadily, sosialisasi adalah proses seseorang atau sekelompok orang mulai menerima dan menyesuaikan diri kepada adat istiadat suatu golongan yang lambat laun akan merasa sebagai bagian dari golongan tersebut.
b. Menurut Prof. Dr. Nasution SH, sosialisasi adalah proses membimbing individu ke dalam dunia sosial (sebagai warga masyarakat dewasa).
c. Menurut Drs. Suprapto, sosialisasi adalah proses belajar berinteraksi dalam masyarakat sesuai dengan peran yang dijalankan.
d. Menurut Sukandar Wiraatmaja, sosialisasi adalah proses belajar mulai bayi untuk mengenal dan memperoleh sikap, pengertian, gagasan dan pola tingkah laku yang disetujui oleh masyarakat.
e. Menurut Edwar A. Ross, sosialisasi adalah pertumbuhan perasaan kita dan perasaan ini akan menimbulkan tindakan segolongan besar kecilnya atau tebal tipisnya perasaan tersebut tergantung dari macam golongan yang mendatangkan pengaruh.
f. Menurut Peter L. Berger, sosialisasi adalah proses seorang anak belajar menjadi anggota masyarakat yang berpartisipasi aktif.
g. Menurut Robert MZ. Lawang, sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.
2. Tujuan sosialisasi dan peranan sosialisasi
a. Adapun tujuan dari sosialisasi yaitu:
1. Memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi kehidupan di masyarakat.
2. Mengembangkan kemampuan seseorang agar dapat berkomunikasi secara efektif dengan orang lain.
3. Menanamkan nilai-nilai dan norma bertingkah laku sesuai dengan nilai, norma, dan kepercayaan yang ada pada masyarakat.
4. Untuk memahami peranan dan status sosial masing-masing.
b. Sosialisasi mempunyai peranan yang penting dalam membentuk kepribadian atau perilaku.
Ø Definisi kepribadian menurut ahli yaitu:
a. Menurut Soerjono Soekanto, kepribadian mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap, dan lain-lain. Sifat yang khas dimiliki seseorang yang berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain.
b. Menurut Cuber, kepribadian sebagai gabungan keseluruhan dari ciri-ciri (sifat-sifat) yang tampak dan dapat dilihat pada seseorang.
Ø Proses penting dari sosialisasi yang dapat membentuk kepribadian atau perilaku yaitu:
a. Dalam proses sosialisasi seseorang mendapatkan bayangan diri sendiri (self image).
b. Proses sosialisasi membentuk kedirian yang ideal.
c. Proses sosialisasi pada akhirnya membentuk kedirian manusia itu dengan jalan membangun suatu ego.
Ø Faktor penting yang menentukan kepribadian diantaranya:
a. Faktor keturunan (warisan).
b. Faktor lingkungan alam (geografis).
c. Faktor lingkungan kebudayan.
d. Faktor lingkungan sosial.
3. Proses sosialisasi
Manusia berinteraksi dengan sesamanya melalui proses sosialisasi. Proses sosialisasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a. Trial and error; Proses sosialisasi akan menghasilkan dua kemungkinan, yaitu berhasil atau gagal. Keberhasilan dalam menggunakan proses ini disebabkan oleh sifat pribadi seseorang yang supel (mudah bergaul) dan memiliki keunggulan-keunggulan lain. Kegagalan lebih banyak disebabkan karena terdapatnya perbedaan antara masing-masing individu yang tidak mau mengalah.
b. Conditioning; Proses ini merupakan kelanjutan dari trial and error di mana proses sosialisasi diajarkan terlebih dahulu berdasarkan pengalaman yang menyenangkan/tidak menyenangkan.
4. Macam proses sosial
Sosialisasi dapat dilakukan oleh berbagai pihak yang disebut media sosialisasi. Media sosialisasi yaitu orang, kelompok, atau lembaga yang mengajarkan pada kita apa yang harus diketahui mengenai semua hal yang diperlukan untuk bisa hidup dalam masyarakat. Dilihat dari siapa yang berperan dalam melakukan sosialisasi, maka sosialisasi dibedakan menjadi:
a. Sosialisasi primer, yaitu sosialisasi yang paling dasar dan utama. Sosialisasi inipihak yang paling banyak berperan adalah keluarga.
b. Sosialisasi sekunder, terjadi setelah sosialisasi primer. Pihak yang berperan adalah di luar keluarga, antara lain sekolah, teman sebaya, dan media massa.
Proses sosialiasi terjadi pada berbagai media sosialisasi, adapun yang menjadi media sosialisasi yaitu:
a. Keluarga; Merupakan media sosialiasi yang pertama dan utama. Dalam lingkungan keluarga anak mulai diperkenalkan nilai-nilai sosial dan kebudayaan. Dalam sosialisasi ini, orang tua dan anggota keluarga lainnya memiliki peran yang sangat penting untuk mengkomunikasikan segala aspek kehidupan dan kebudayaan si anak dan si anak belajar memahaminya serta berperilaku menurut apa yang diajarkan.
b. Teman sebaya (teman sepermainan); Melalui media ini, anak mempelajari aturan-aturan yang berbeda dari aturan dalam keluarganya. Anak mulai mengenal dengan orang-orang yang kedudukannya sederajat. Dalam tahap ini pikiran masih bersifat egosentris, sehingga dapat menimbulkan perselisihan dan pertengkaran dengan sebayanya tetapi anak mulai dapat mengembangkan rasa kebersamaan, solidaritas, sportivitas, keberanian, tanggung jawab dan motivasi untuk berprestasi.
c. Lingkungan sekolah; Melalui media sekolah, anak-anak akan terikat oleh aturan-aturan resmi yang berlaku pada sekolah masing-masing. Melalui sekolah, anak dididik dan dilatih untuk mengembangkan kognitif (pengetahuan), efektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan).
d. Lingkungan kerja; Melalui media ini seseorang dilatih untuk berinteraksi dengan rekan kerja dan pimpinan. Selain itu, ia juga dituntut untuk menaati peraturan yang ada dalam lingkungan kerjanya, menunjukkan prestasi kerja, dan loyalitasnya. Apabila tidak, maka ia akan mendapat sanksi kerja.
e. Media massa; Meliputi media cetak dan media elektronik yang merupakan sarana efektif untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada masyarakat luas dan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian seseorang, khususnya anak-anak. Apabila informasi yang disampaikan bersifat positif, maka akan terbentuk pribadi yang positif. Sebaliknya, apabila ada informasi yang disajikan negatif, maka akan terbentuk pribadi yang kurang baik.
5. Status dan peran sosial
a. Status sosial
1. Pengertian
Status sosial yaitu kedudukan sosial seseorang/individu dalam kelompok masyarakat. Sedang yang dimaksud dengan kedudukan sosial yaitu tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain dalam arti lingkungan pergaulan, prestise, hak serta kewajibannya.
2. Macam-macam status sosial dalam masyarakat dibedakan menjadi:
a. Ascribed status (status kelahiran); yaitu status yang diperoleh secara otomatis tanpa harus diperjuangkan terlebih dahulu. Status ini bersifat tertutup artinya hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang sama dengan status kedua orang tuanya. Status yang diperoleh melalui proses ini antara lain:
1. Keturunan, status seseorang yang dilihat dari asal keturunannya
2. Jenis kelamin, pria lebih tinggi statusnya dibanding dengan wanita
b. Achieved status (status yang diperjuangkan); yaitu status yang diperoleh dengan perjuangan atau dengan usaha. Kedudukan ini bersifat terbuka dan tidak didasarkan atas dasar kelahiran serta sangat tergantung dari kemampuan individu untuk meraih kedudukan tersebut. Achieved status dapat diperoleh melalui proses sebagai berikut:
1. Prestasi; Status yang diperoleh karena berhasil menyelesaikan studi atau meraih juara dalam suatu kejuaraan.
2. Kekuasaan atau jabatan; Seseorang dipandang memiliki status tinggi, jika memiliki jabatan yang tinggi.
3. Kualitas pribadi; Seseorang memiliki status tinggi jika dituakan oleh masyarakat. Kualitas pribadi dapat diperjuangkan dengan pendidikan dan pengalaman.
c. Assigned status (status yang diberikan); yaitu status yang diperoleh karena pemberian, status pemberian ini juga disebut sebagai status yang diamanatkan.
d. Symbol status (status simbol); yaitu status yang dapat dikenali dari kebiasaan hidup sehari-hari, seperti cara berpakaian, tempat tinggal, cara bergaul, bentuk rumah.
e. Status laten yaitu status yang diam pada saat status aktif bekerja.
3. Kriteria-kriteria yang dijadikan sebagai dasar pemberian status sosial kepada seseorang antara lain:
a. Prestasi; Orang yang berprestasi akan dipandang memiliki status sosial yang tinggi.
b. Kualitas/mutu pribadi; Orang yang memiliki kebijaksanaan, kejujuran, usia lebih tua, kekuatan, kepandaian tertentu akan dipandang berstatus sosial tinggi.
c. Otoritas; Yaitu kekuasaan yang disahkan, sehingga orang harus mengikuti perintahnya tanpa perlawanan. Seseorang memiliki otoritas tinggi akan dipandang berstatus sosial yang tinggi.
d. Kelahiran; Kelahiran seseorang memengaruhi status sosial seseorang, karena keturunan raja atau bangsawan dipandang memiliki status sosial yang tinggi.
e. Pemilikan; Seseorang yang memiliki kekayaan atau kedudukan akan dipandang memiliki status sosial yang tinggi.
b. Peran sosial
1. Pengertian
Peran (role) yaitu perilaku yang diharapkan dari seseorang yang menduduki status sosial tertentu dalam masyarakat.
2. Macam-macam peran sosial
a. Berdasarkan cara mendapatkannya dibedakan menjadi:
1. Peran bawaan (ascribed roles); yaitu peran yang didapatkan secara otomatis dan bukan karena usaha/prestasi yang dilakukannya.
2. Peran pilihan (achieved roles); yaitu peran seseorang yang diperoleh melalui suatu usaha (kerja keras).
b. Berdasarkan cara pelaksanaannya dibedakan menjadi:
1. Peran yang diharapkan; yaitu peran yang pelaksanaannya diharapkan oleh masyarakat sesuai dengan aturan yang berlaku.
2. Peran yang disesuaikan; yaitu peran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu.
c. Berdasarkan prioritas pelaksanaannya, peran dibedakan sebagai berikut:
1. Peran inti; yaitu peran pokok dari beberapa peran yang dimilikinya.
Ø Ciri-ciri peran inti antara lain:
1. Peran inti muncul dari kedudukan atau status inti.
2. Peran inti menyita sebagian besar waktu pemegangnya.
3. Peran inti menjad sumber kehidupan utama.
4. Peran inti menuntut pendidikan dan latihan tertentu.
5. Peran inti menuntut tanggung jawab yang lebih besar terhadap masyarakat atau lembaga di mana ia bekerja.
2. Peran tambahan; yaitu peran yang dilakukan setelah melakukan peran utama atau peran inti.
Ø Ciri-ciri peran tambahan antara lain:
1. Tidak menuntut tanggung jawab terhadap masyarakat.
2. Tidak dilakukan tanggung jawab terhadap masyarakat.
3. Tidak menyita waktu yang banyak dan perhatian.
4. Tidak dijadikan faktor terpenting untuk mengembangkan kepribadian.
5. Bukan sebagai sumber penghasilan, walaupun mendatangkan banyak uang.
6. Kesalahan dalam melakukan peran tambahan tidak mencemarkan kedudukan inti.
6. Nilai dan norma sosial
a. Nilai sosial
1. Pengertian
Nilai sosial yaitu sebagai sikap dan perasaan yang diterima oleh masyarakat sebagai dasar untuk merumuskan apa yang benar dan penting.
Ø Definisi nilai sosial menurut ahli:
a. Menurut Robert MZ. Lawang, nilai sosial adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu.
b. Menurut Kimbal Young, nilai sosial adalah asumsi-asumsi abstrak dan sering tidak disadari mengenai apa yang benar dan penting.
2. Klasifikasi nilai sosial
a. Menurut Prof. Dr. Notonegoro, nilai sosial dibedakan menjadi:
1. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna atau bermanfaat bagikehidupan manusia.
2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kelangsungan hidupmanusia dalam melakukan kegiatan atau aktivitas.
3. Nilai spiritual, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jiwa dan rohanimanusia. Nilai spiritual dibedakan menjadi:
a. Nilai kebenaran (kenyataan), yaitu inti spiritual yang bersumber pada unsur akal manusia, budi dan daya cipta manusia.
b. Nilai keindahan, yaitu nilai spiritual yang bersumber pada rasa manusiayang meliputi perasan, estetika dan sebagainya.
c. Nilai moral (kebaikan), yaitu nilai spiritual yang berasal dari kehendak atau kemauan dan etika religius.
d. Nilai religius, yaitu nilai spiritual yang merupakan nilai ketuhanan, nilai kerohanian yang paling mutlak dan hakiki dan bersifat abstrak.
b. Menurut Walter G. Everett, nilai sosial dibedakan menjadi:
1. Nilai-nilai ekonomi (economic values); yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan sistem ekonomi, nilai ini mengikuti harga pasar.
2. Nilai-nilai rekreasi (recreation values); yaitu nilai-nilai yang meliputi nilai-nilai permainan pada waktu senggang, sehingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan dan kesegaran jasmani serta rohani manusia.
3. Nilai-nilai perserikatan (association values); yaitu nilai-nilai yang meliputi berbagai bentuk perserikatan manusia dan persahabatan, kehidupan keluarga, sampai dengan kehidupan internasional.
4. Nilai-nilai kejasmanian (bodily values); yaitu nilai-nilai yang meliputi nilai-nilai pengetahuan dan pencarian kebenaran.
5. Nilai-nilai watak (character values); yaitu nilai yang meliputi seluruh tantangan serta kesalahan pribadi dan sosial termasuk keadilan, kesediaan menolong, kontrol diri, dan kesukaan pada kebenaran.
3. Sumber-sumber nilai sosial
a. Sumber nilai intrinsik, yaitu sumber nilai sosial yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri yang berupa harkat dan martabat. Seseorang yang memiliki kepribadian baik seperti ramah, sopan, dan selalu berperilaku sesuai dengan norma-norma yang ada akan mempunyai nilai lebih bila dibandingkan dengan berkepribadian tidak baik.
b. Sumber nilai ekstrinsik, yaitu sumber nilai sosial yang berasal dari luar diri manuasia yang biasanya bersifat kebendaan seperti kepemilikan tanah, rumah, kendaraan dan sebagainya.
4. Fungsi nilai sosial
Nilai sosial yang berlaku mempunyai fungsi dan peranan yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat. Fungsi nilai sosial tersebut antara lain:
a. Sebagai pemandu bagi warga masyarakat dalam melakukan peran.
b. Sebagai petunjuk arah tingkah laku.
c. Sebagai pelindung bagi warga masyarakat.
d. Sebagai pemersatu warga masyarakat.
e. Sebagai pendorong atau motivator bagi warga masyarakat.
b. Norma sosial
1. Pengertian
Norma sosial adalah aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat yang disertai dengan sanksi atau ancaman apabila tidak melakukannya.
Definisi norma menurut Robert MZ. Lawang yaitu patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Norma yang berlaku di masyarakat mempunyai kekuatan yang mengikat yang berbeda-beda terhadap setiap warga atau anggota masyarakat.
2. Macam-macam norma
a. Berdasar kekuatan yang mengikatnya dibedakan menjadi:
1. Usage (norma cara); adalah proses interaksi yang terus-menerus akan melahirkan pola-pola tertentu. Norma ini terlihat pada hubungan antarindividu, pelanggaran pada norma cara ini tidak menimbulkan reaksi yang besar dari masyarakat, tetapi hanya berupa celaan.
2. Folkways (norma kebiasaan); adalah bentuk perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Norma ini dapat dilihat dengan kesukaan individu melakukan kebiasaan tersebut. Pelanggaran terhadap norma ini berupa teguran, cemoohan, ejekan, sindiran.
3. Mores (norma kelakuan); adalah aturan yang berlandaskan pada apa yang baik dan seharusnya menurut ajaran agama, filsafat dan nilai kebudayaan. Norma ini dipergunakan sebagai pengawasan baik langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat terhadap anggotanya. Pelanggaran terhadap norma ini disebut jahat.
4. Custom (norma adat istiadat); adalah tata kelakuan yang menyatu secara ketat dengan pola-pola perilaku masyarakat. Norma ini menunjuk pada kekuatan penyatuan setiap pola perilaku masyarakat. Pelanggaran terhadap norma ini akan memperoleh sanksi yang berat.
b. Berdasarkan sanksi atau hukumannya dibedakan menjadi:
1. Norma resmi (formal), yaitu pedoman atau aturan yang dirumuskan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang supaya wajib dilaksanakan oleh warga masyarakat. Pelanggaran norma ini akan mendapatkan hukuman sesuai dengan UU atau peraturan yang telah ditetapkan. Contoh: UUD, UU, Keputusan Pemerintah, PP.
2. Norma tidak resmi (non formal), yaitu pedoman atau aturan yang dirumuskan secara tidak jelas dan masyarakat tidak diwajibkan mengikutinya. Contoh: peraturan dalam kelompok karang taruna, peraturan dalam kelompok arisan, dan lain-lain.
c. Berdasarkan daya ikat dan hukumnya dibedakan menjadi:
1. Norma agama; adalah norma yang berasal dari Tuhan yang harus dipatuhi perintah-Nya dan dijauhi larangan-Nya. Norma agama berfungsi sebagai pedoman dan pengatur manusia dalam menjalankan hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhan ataupun antarsesama manusia. Pelanggar dari norma ini nantinya akan mendapat dosa di akhirat.
2. Norma kesusilaan; adalah norma dalam masyarakat yang bermakna dan penting bagi kesejahteraan masyarakat. Norma ini tumbuh dan berkembang dari budi pekerti manusia sendiri. Sanksi terhadap pelanggaran ini adalah berupa celaan dari masyarakat atau perasaan dari dalam dirinya sendiri.
3. Norma hukum; adalah aturan-aturan yang bersifat memaksa dan mempunyai sanksi-sanksi yang tegas. Norma hukum dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu norma hukum tertulis (pidana dan perdata) dan norma tidak tertulis seperti hukum adat. Norma hukum berfungsi mengarahkan warga masyarakat untuk berkelakuan teratur, tertib dan menstabilkan kehidupan sosial masyarakat.
4. Norma kesopanan; adalah peraturan hidup yang muncul dari pergaulan hidup manusia dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari dalam masyarakat.
5. Norma kelaziman; adalah tindakan manusia mengikuti kebiasaan yang umumnya dilakukan tanpa pikir panjang karena kebiasaan itu dianggap baik, patut, dan sopan. Norma kelaziman berfungsi mengarahkan warga masyarakat untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dianggap baik, sopan dan sesuai dengan tata krama.
6. Fashion (mode); adalah suatu cara dan gaya dalam melakukan sesuatu yang sifatnya berubah-ubah serta diikuti oleh banyak orang.
3. Fungsi dari norma yang berlaku di masyarakat yaitu:
a. Norma merupakan faktor perilaku yang akan menentukkan penilaian orang lain terhadap diri dan kelompok.
b. Norma merupakan kumpulan aturan atau sanksi-sanksi yang akan mendorong seseorang, kelompok, atau masyarakat mencapai suatu nilai sosial.
c. Norma tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat sebagai unsur pengikat dan pengendali perilaku manusia dalam bermasyarakat.
C. Bentuk-bentuk interaksi sosial
Interaksi sosial merupakan gambaran tentang proses berhubungan (berkomunikasi) yang saling memengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Hasil interaksi dapat bersifat positif jika menghasilkan bentuk hubungan yang harmonis, bersahabat, kekeluargaan, atau menghasilkan kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak. Sedangkan interaksi bersifat negatif jika menghasilkan konflik, permusuhan, bahkan perkelahian.
1. Menurut Kimbal Young bentuk proses sosial akibat dari interaksi sosial yaitu:
a. Oposisi yang mencakup persaingan dan pertentangan.
b. Kerjasama yang menghasilkan akomodasi.
c. Diferensiasi yang menyebabkan adanya pembagian dan pembedaan kerja antara orang-orang atau kelompok dalam masyarakat, berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin dan pekerjaan.
2. Berlangsungnya interaksi sosial dalam bentuk
a. Interaksi antara individu dengan individu; yaitu gambaran tentang proses berinteraksi antara dua individu yang saling memengaruhi dalam pikiran dan tindakan karena adanya kepentingan bersama.
b. Interaksi antara individu dengan kelompok; yaitu proses berinteraksi seorang individu dengan kelompok yang saling memengaruhi dalam pikiran dan tindakan karena tujuan yang sama.
c. Interaksi antara kelompok dengan kelompok; yaitu proses berinteraksi yang dilakukan oleh satu kelompok dengan kelompok lain.
D. Proses Interaksi sosial
1. Proses asosiatif
a. Pengertian
Proses asosiatif yaitu proses yang terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang melakukan suatu interaksi sosial yang memiliki kesamaan pandangan dan tindakan sehingga mengarah kepada kesatuan pandangan.
b. Bentuk-bentuk proses asosiatif diantaranya:
1. Kerjasama (cooperation)
a. Pengertian
Kerjasama yaitu proses saling mendekati dan bekerja sama antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antarkelompok, dengan tujuan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan bersama.
Menurut Charles H. Cooly, kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan kesadaran terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut.
b. Berdasarkan pelaksanaannya, bentuk-bentuk kerjasama yaitu:
1. Kerukunan, adalah hidup berdampingan secara damai dan melakukan kerjasama secara bersama-sama. Kerukunan dapat ditunjukkan dari kegiatan kerja bakti yang dilakukan warga atau secara bergiliran melakukan ronda untuk menjaga keamanan kampung. Kerukunan pada intinya mencakup gotong-royong dan tolong-menolong.
2. Bargaining/tawar-menawar, adalah bentuk kerjasama individu dengan individu, atau individu dengan kelompok dalam melaksanakan tawar-menawar/perjanjian mengenai pertukaran barang/jasa antara dua organisasi atau lebih.
3. Kooptasi, adalah kerjasama dalam bentuk mau menerima pendapat atau ide orang atau kelompok lain. Hal itu diperlukan agar kerjasama dapat berlanjut dengan baik.
4. Koalisi, adalah kerjasama antarindividu atau individu dengan kelompok dalam bentuk kombinsi/gabungan organisasi yang mempunyai tujuan sama.Koalisi dilakukan agar memperoleh hasil yang lebih besar.
5. Joint venture, adalah bentuk kerjasama antarindividu atau individu dengan kelompok dalam bidang pengusahaan atau proyek-proyek tertentu. Dengan joint venture diharapkan hasil atau keuntungan yang diperoleh dari sebuah usaha akan lebih besar.
c. Motivasi dalam mewujudkan kerjasama
1. Untuk menolong orang lain.
2. Mencari keuntungan pribadi atau kelompok.
3. Adanya ancaman atau rintangan dari luar.
4. Adanya orientasi perorangan terhadap kelompok sendiri.
2. Akomodasi (accomodation)
a. Pengertian
Pengertian akomodasi yang menunjukkan pada suatu keadaan memiliki arti yaitu adanya keseimbangan dalam interaksi di antara orang-orang yang berkaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat.
Sedang pengertian akomodasi yang menunjukkan suatu proses memiliki arti yaitu akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan. Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
b. Tujuan dari akomodasi diantaranya:
1. Mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham.
2. Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer.
3. Memungkinkan terwujudnya kerjasama antara kelompok-kelompok sosial yang hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
4. Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah.
c. Bentuk-bentuk akomodasi diantaranya:
1. Paksaan (coercion); merupakan bentuk akomodasi yang proses pelaksanaannya dengan paksaan. Paksaan ini merupakan bentuk akomodasi dengan salah satu pihak lebih kuat dari pada pihak yang lain.
2. Kompromi; merupakan bentuk akomodasi di mana masing-masing pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
3. Penengah (arbitrasi); merupakan bentuk akomodasi oleh pihak ke tiga yang dipilih kedua pihak yang bertentangan, karena pihak yang saling bertentangan tersebut tidak dapat menyelesaikan sendiri.
4. Mediasi; merupakan bentuk akomodasi dengan cara mengundang pihak ke tiga sebagai penengah untuk menyelesaikan permasalahan secara damai. Pihak ketiga ini tidak berwenang memberi keputusan, hanya berperan sebagai penasihat.
5. Konsiliasi (conciliation); merupakan bentuk akomodasi yang dilakukan dengan mempertemukan keinginan dari pihak-pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan bersama.
6. Toleransi (toleration); merupakan bentuk akomodasi dengan jalan membiarkan atau menghormati pihak lain yang mempunyai pandangan berbeda.
7. Stalemate; merupakan bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang bertentangan berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangannya, karena pihak yang berselisih sama-sama kuat.
8. Ajudikasi (adjudication); merupakan bentuk akomodasi yang diselesaikan lewat meja hijau atau pengadilan.
d. Hasil-hasil akomodasi:
1. Kebersamaan.
2. Penekanan oposisi (perselisihan yang saling menguntungkan).
3. Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda.
4. Perubahan-perubahan dalam kedudukan.
5. Membuka jalan ke arah asimilasi dengan tujuan mengenal lebih dekat.
6. Timbulnya benih toleransi dan menciptakan sikap saling menghormati.
7. Perubahan lembaga-lembaga kemasyarakatan bagi penyesuaian diri dengan situasi atau kebijakan baru.
3. Asimilasi
a. Pengertian
Asimilasi merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia.
Menurut Koentjaraningrat, proses asimilasi terjadi jika ada kelompok atau individu yang berbeda kebudayaannya yang saling bergaul secara langsung dan terus-menerus untuk waktu yang lama. Dengan demikian kebudayaan dari masing-masing kelompok itu berubah dan saling menyesuaikan diri.
Proses asimilasi muncul apabila:
a. Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.
b. Orang-perorangan sebagai warga kelompok-kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama.
c. Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri.
b. Bentuk-bentuk interaksi sosial yang mengarah pada proses asimilasi antara lain:
1. Interaksi sosial yang bersifat pendekatan terhadap pihak lain dan pihak lain juga berlaku sama (melakukan respon pendekatan).
2. Interaksi sosial yang tidak mengalami halangan/pembatasan.
3. Proses asimilasi dipercepat bila interaksi sosial bersifat langsung dan primer.
4. Frekuensi interaksi sosial yang tinggi dan adanya kesimbangan antara pola-pola asimilasi tersebut.
c. Faktor pendorong dan penghambat asimilasi
1. Faktor pendorong atau yang mempermudah proses asimilasi diantaranya:
a. Sikap toleransi kepada kelompok lain yang memiliki kebudayaan berbeda.
b. Adanya musuh yang sama dari luar.
c. Adanya sikap saling menghargai orang asing dan kebudayaannya.
d. Adanya kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi.
e. Adanya persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
f. Adanya perkawainan campuran.
2. Faktor yang menghambat terjadinya proses asimilasi diantaranya:
a. Adanya perbedaan kepentingan yang disertai dengan pertentangan pribadi.
b. Adanya perasaan superioritas, yaitu perasaan yang menganggap bahwa kebudayaan sendiri lebih tinggi dari kebudayaan lain.
c. Adanya perasaan takut terhadap kekuatan kebudayaan lain.
d. Kurangnya pengetahuan tentang kebudayaan yang ada atau yang dihadapi.
e. Adanya diskriminasi terhadap ras tertentu.
f. Adanya perbedaan ciri-ciri tubuh.
g. Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
h. Apabila golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa.
4. Akulturasi
a. Pengertian
Akulturasi merupakan proses sosial yang mempertemukan dua kebudayaan atau lebih yang membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan ciri kebudayaan masing-masing.
b. Proses akulturasi
Menurut Koentjaraningrat, akulturasi terjadi apabila suatu kelompok dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan-kebudayaan asing. Dengan begitu unsur-unsur kebudayaan asing tersebut akan diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan yang telah dimiliki. Kebudayaan akan terakulturasi lama bila dilakukan dengan pemaksaan, akan tetapi terakulturasi dengan cepat bila dilakukan dengan damai.
2. Proses disosiatif
a. Pengertian
Proses disosiatif yaitu bentuk interaksi sosial yang mengarah pada konflik dan merenggangkan solidaritas kelompok. Proses disosiatif sering disebut sebagai proses yang bersifat oposisi yaitu cara berjuang melawan seseorang atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
b. Bentuk-bentuk proses disosiatif diantaranya:
1. Persaingan (competition)
a. Pengertian
Persaingan merupakan proses sosial yang dilakukan oleh individu/kelompok dengan tujuan mencari keuntungan sendiri atau kelompoknya tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan.
Persaingan dibedakan menjadi:
1. Persaingan yang bersifat individu, yaitu persaingan antarindividu yang secara langsung bersaing untuk mendapatkan tujuan tertentu.
2. Persaingan yang bersifat kelompok, yaitu persaingan yang melibatkan berbagai pihak secara kelompok.
b. Bentuk-bentuk persaingan
Adanya persaingan pribadi dan kelompok mendorong timbulnya persaingan-persaingan di bidang lain, yaitu:
1. Persaingan bidang ekonomi; persaingan ini timbul karena sumber daya alam terbatas sedang kebutuhan dari konsumen cenderung terus bertambah.
2. Persaingan bidang kebudayaan; persaingan ini terjadi untuk memperoleh simpati atau penggemar dari masyarakat. Hal ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan pengaruh dalam masyarakat.
3. Persaingan kedudukan dan peranan; persaingan ini timbul untuk memperoleh status atau peranan di lingkungan sosial yang berhubungan dengan segala sesuatu mengenai masyarakat atau peduli terhadap kepentingan umum. Hal ini dilakukan agar dihargai di masyarakat.
4. Persaingan ras; persaingan yang terjadi karena adanya perbedaan ciri-ciri tubuh seperti warna kulit, bentuk tubuh, warna mata dan corak rambut.
c. Fungsi persaingan
1. Menyalurkan keinginan yang bersifat kompetitif.
2. Menunjukkan suatu keinginan (dorongan/motif).
3. Mewujudkan pembagian kerja yang efektif.
2. Kontravensi (contravention)
a. Pengertian
Kontravensi merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan gejala-gejala perasaan tidak suka yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu, yang dapat berubah menjadi kebencian, tetapi tidak sampai pada pertentangan atau pertikaian.
b. Proses kontravensi
Proses sosial kontravensi mempunyai beberapa subproses. Subproses dalam proses kontravensi menurut Leopart Von Wiese dan Howard Becker yaitu:
1. Proses yang umum dari kontravensi meliputi penolakan, perlawanan, protes, menghalangi.
2. Bentuk kontravensi yang sederhana misalnya mencerca, fitnah, memaki, menyangkal.
3. Bentuk kontravensi yang intensif misalnya penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecawakan pihak lain.
4. Kontravensi yang bersifat rahasia misalnya khianat, membuka rahasia orang lain.
5. Kontravensi yang bersifat taktis misalnya mengejutkan pihak lawan, mengganggu dan membingungkan pihak lawan, memaksa pihak lain.
Di samping tipe umum terdapat kontravensi yang dekat sekali dengan pertentangan, yaitu:
1. Kontravensi antarmasyarakat setempat.
2. Antagonis keagamaan.
3. Kontravensi intelektual.
4. Oposisi moral, yang erat sekali hubungannya dengan latar belakang kebudayaan termasuk sistem nilai.
3. Pertentangan/pertikaian (conflict)
a. Pengertian
Pertentangan/pertikaian merupakan suatu proses sosial di mana tiap individu/kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan.
b. Sebab-sebab dari pertentangan/pertikaian diantaranya:
1. Perbedaan antarindividu.
2. Perbedaan kebudayaan.
3. Bentrokan antarkepentingan, baik kepentingan individu maupun kelompok.
4. Perubahan-perubahan sosial. Adanya perubahan sosial yang cepat di masyarakat dapat menimbulkan perubahan nilai-nilai dan dapat membuat pendirian masyarakat berbeda-beda.
c. Bentuk-bentuk pertentangan/pertikaian yang sering muncul diantaranya:
1. Pertentangan/pertikaian pribadi.
2. Pertentangan/pertikaian rasial (perbedaan warna kulit).
3. Pertentangan/pertikaian antarkelas-kelas sosial karena perbedaan kepentingan.
4. Pertentangan/pertikaian yang bersifat internasional.
5. Pertentangan/pertikaian politik.
d. Akibat terjadinya pertentangan/pertikaian diantaranya:
1. Terjadinya perubahan kepribadian para individu.
2. Retaknya persatuan dan kesatuan kelompok jika terjadi antaranggota kelompok yang sama.
3. Tumbuhnya solidaritas di dalam grup yang timbul akibat dari pertentangan.
4. Hancurnya kekayaan dan jatuhnya korban.
5. Dominasi pihak yang menang terhadap pihak yang kalah



Categories :
Unknown

