Showing posts with label Pantun. Show all posts
Showing posts with label Pantun. Show all posts

Saturday, March 19, 2016

Pantun

Burung perkutut
Burung kutilang
Kamu kentut
Nggak bilang bilang

Buah pisang buah tomat
Disimpan didalam lumbung padi
Pantas tercium bau menyengat
Rupanya kau belum mandi

Memasak ikan di dalam peti
Paling enak di campur terasi
Gayanya aja kayak selebriti
Tapi dompetnya kagak berisi

Paling seger minum limau
Campur madu tambah nikmat
Ayam berani sama harimau
Itu ayam super nekat

Lebih baik warna kuning
daripada warna ungu
Lebih baik gigi kuning
daripada putih tapi palsu

Jalan-jalan ke rawa-rawa
Capek duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm

Ke cimanggis membeli kopiah
Kopiah indah kan kau dapati
Begitu banyak gadis yang singgah
Hanya dinda yang memikat hati

Di pinggir kolam makan bubur
Jangan lupa pakai keripik
Dari semalem aye ga bisa tidur
Selalu teringat wajah mu yang cantik

Bunga mawar tangkai berduri
Laris manis pedang cendol
Aku tersenyum malu sekali
Ingat dulu suka mengompol

Rumahmu dari kayu
Atapnya dari jerami
Rupamu sungguh ayu
Tapi sayang jarang mandi

Layangan putus nyangkut di paku
Pakunya nempel di jemuran baju
Cinta mu tulus hanya untuk ku
Tapi sayang mama ku ngga setuju

Buah belimbing buah rambutan
itu kumis apa hutan

Naek pesawat ke pulau sumbawa
Ada petir gak jadi terbang
Kalau anda ingin tertawa
Tarik bibir ke arah belakang

Dulu delman
Sekarang dokar
Dulu teman
Sekarang pacar

Orang sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya

Mengambil air di dalam perigi
Tali timbanya panjang sehasta
Jikalau kucing tak bergigi
Alamat tikus berpesta pora

Ada cacing makan ikan
Udeh kenyang renang ke tangki
Mau tau yang melelahkan
pergi ke Bandung berjalan kaki

Bunga skuntum boleh di ikat
Bunga dahlia hanya sebatang
Sekali senyum aku terpikat
Senyum kedua dompetku hilang

Ada boboho ketemu betmen
biar maho, yang penting keren

Buat apa panen kelapa
Kalau belum tumbuh tunas
Buat apa membeli vespa
Cicilan kompor saja belum lunas

Ke jakarta naiklah pesawat
Pesawat terbang, landingnya susah
Kalau cinta sudah melekat
Siang terbayang, malam mimpi basah

Beli aspirin obat mata
Anak kuda di pingir kali
Biar miskin aku tetap cinta
Karna harta gampang di cari

Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat

Mengarang lagu lalu kunyanyikan
Untuk menghibur si bunga pujaan
Adakah sibunga merasa nyaman
Mari kita teruskan di pelaminan

Jait baju bikin kebaya
Untuk kondangan dihari selasa
Di kasih tau ga percaya
Kalo Ane bukan buaya

Jangan suka menulis di atas kaca
Menulislah diatas meja
Janganlah menangis karena cinta
Menangislah karena dosa

Malam hari main kulintang
Ditemani sobat sobat tersayang
Gimana hati kagak bimbang
Kepala botak minta dikepang

Seorang anak bernyanyi ria
Sambil bernyanyi menari pula
Siapa yang tidak bakal tertawa
Disangka waras ternyata gila

Hari minggu sudahlah siang
Setelah siang menuju petang
Ditunggu tunggu gak juga datang
Sekali datang kok nagih utang

Jalan-jalan ke pinggir empang
Nemu sendok di pinggir empang
Hati siapa tak bimbang
Saya botak minta dikepang

Pergi ke pasar naik onta
Membeli anting intan permata
Gak peduli situ udah tua
Yang penting saling mencinta

Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan belut nyangkut di jaring
Perutku sakit menahan tawa
Gigi palsu loncat ke piring

Demikian beberapa contoh pantun jenaka lucu yang mungkin dapat membuat anda tertawa terbahak-bahak. Jika anda merasa tertarik dengan dunia pantun mungkin tidak ada salahnya jika anda mencoba belajar membuat pantun. Karena pantun merupakan suatu karya seni yang indah jika dirancang sedemikian rupa dengan benar. Jika dirasa informasi kali ini bermanfaat silahkan share ke jejaring sosial agar teman anda bisa membacanya. Sekian dari saya, terimakasih telah berkunjung.

Friday, July 10, 2015

Pantun Lawak Hari Raya dan Pantun Aidilfitri 2015



Pantun Lawak Hari Raya dan Pantun Aidilfitri :
Lapar puasa terketar-ketar
Bila berbuka lega rasanya
Kad raya tak sempat nak hantar
Kiriman MMS pun dah kira grand lah ye..!
Anak Dolah makan lepat
Makan lepat sambil melompat
Nak hantar kad raya dah tak sempat
Pakai MMS pun kira ok what?
Lemah lembut tuan puteri
Berkain cindai cantik dipandang
Meriah menyambut Aidilfitri
Sahabat handai datang bertandang 
Udara dingin hening pagi
Tabuh bising mulakan hari
Aidilfitri menjelma lagi
Masing-masing pakai berseri
Tanpa mengira miskin kaya
Pangkat kedudukan hamba shaya
Sama-sama menyambut raya
Maaf-maafan dihari bahagia 
Aidilfitri hari kemenangan
Kejayaan menempuh halangan
Mengenali erti kesenangan
Bagi mereka yang kekurangan 
Aidilfitri hari kemaafan
Menghapus kesalahan sesama insan
Memupuk perpaduan sesama ehsan
Mengikat tali keakrapan
Cincin disarung hati berdebar
Jarinan lembut wajah terhias
Ramadan disambut penuh sabar
Aidilfitri disambut dengan meriah 
Saidina Affan menyusun kata
Tutur peri yang aulia
Maaf-bermaafan sesama kita
Di Aidilfitri yang mulia 
Selamat Hari Raya Maaf Zahir Batin
Lapar puasa terketar-ketar
Bila berbuka lega rasanya
Kad raya tak sempat nak hantar
Kiriman MMS pun dah kira grand lah ye..!
Anak Dolah makan lepat
Makan lepat sambil melompat
Nak hantar kad raya dah tak sempat
Pakai MMS pun kira ok what?
Lemah lembut tuan puteri
Berkain cindai cantik dipandang
Meriah menyambut Aidilfitri
Sahabat handai datang bertandang 
Udara dingin hening pagi
Tabuh bising mulakan hari
Aidilfitri menjelma lagi
Masing-masing pakai berseri
Tanpa mengira miskin kaya
Pangkat kedudukan hamba shaya
Sama-sama menyambut raya
Maaf-maafan dihari bahagia 
Aidilfitri hari kemenangan
Kejayaan menempuh halangan
Mengenali erti kesenangan
Bagi mereka yang kekurangan 
Aidilfitri hari kemaafan
Menghapus kesalahan sesama insan
Memupuk perpaduan sesama ehsan
Mengikat tali keakrapan
Cincin disarung hati berdebar
Jarinan lembut wajah terhias
Ramadan disambut penuh sabar
Aidilfitri disambut dengan meriah 
Saidina Affan menyusun kata
Tutur peri yang aulia
Maaf-bermaafan sesama kita
Di Aidilfitri yang mulia 
Selamat Hari Raya Maaf Zahir Batin

Monday, June 29, 2015

Pantun

Kalau keladi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas
Kalau budi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas

Bunga cina di atas batu
Daunnya lepas ke dalam ruang
Adat dunia memang begitu
Sebabnya emas budi terbuang

Diantara padi dengan selasih
Yang mana satu tuan luruhkan
Diantara budi dengan kasih
Yang mana satu tuan turutkan

Pisang emas dibawa berlayar
Masak sebiji di atas peti
Hutang emas boleh dibayar
Hutang budi dibawa mati

Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa karena emas
Hilang budi karena miskin

Thursday, June 25, 2015

Nasihat anak

Bangau terbang iring-iringan
Terbang jauh satu kepakan
Al Quran adalah pegangan
Jangan pernah dilupakan

Tari piring tari saman
Tari lilin apinya berpijar
Al Quran adalah pedoman
Rajin-rajinlah ananda belajar

Mentari pagi sinarnya hangat
Berangkat kerja ke Pulau Rengat
Belajar haruslah semangat
Jangan tersalah pada niat

Kancil menulis di daun lontar
Ketika mentari telah bersinar
Belajar bukan sekedar pintar
Tapi menjadi pribadi benar

Memancing ikan diberi umpan
Agar datang si ikan toman
Ilmu ibarat kemudi sampan
Agar hidup di garis tujuan

Apa gunanya tumbuhan temu
Ramuan jamu dengan lengkuas
Bila hati dipenuhi ilmu
Jiwanya besar pikirannya luas

Ikan nila berpindah kolam
Mencari kawan namanya tiram
Jika ilmu semakin dalam
Jiwa berani hatinya tentram

Sungguh indah syair setanggi
Merangkai kata bagai hiasan
Ilmu itu harus tinggi
Jangan dunia sebagai batasan

Apa namanya kepala kereta
Namanya masinis bukan nakhoda
Apa tujuan ilmu kita
Tujuannya mengenal Sang Pencipta

Kolam penuh ikan sepat
Untuk dimasak di daun talas
Jika ingin ilmu manfaat
Cari guru yang tulus ikhlas

Elang terbang ke atas awan
Turun bangau badannya kumal
Bukan banyaknya pengetahuan
Ilmu adalah banyaknya amal

Ngengat mengejar kura-kura
Bertemu mereka di pelimbahan
Semangat bagai api membara
Tiada padam oleh godaan

Laut dalam tempat berenang
Tempat ikan bermain-main
Sehari seutas benang
Setahun menjadi sehelai kain

Lebah dipimpin seekor ratu
Mencari bunga dekat kencur
Air lembut menetes di batu
Lama-lama batupun hancur

Sepah tebu rasanya hambar
Bila dibakar pasti berkobar
Jika engkau terus bersabar
Ilmumu pasti akan lebar

Jangan tertipu dunia semu
Tinggal di dunia hanya sepagi
Jika engkau orang berilmu
Derajatmu pasti meninggi

Dari mana datangnya wahyu
Kepada Nabi wahyu turun
Dari mana datangnya ilmu
Dari belajar dengan tekun

Hormati orang tua

Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa

Hari rabu memetik kelapa
Airnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga

Dari apa kue lemang
Dari ketan yang dipanggang
Waktu kecil kita ditimang
Ayah Ibu harus disayang

Bapak tani menanam tebu
Pembeli datang bertanya harga
Wahai ananda hormati Ibu
Karena Ibu jalan ke surga

Empek-empek ditambah cuka
Tak terbanding enaknya rasa
Coba lihat anak durhaka
Di dunia hidupnya tersiksa

Orang dahulu hidup di goa
Biawak hidup di dalam rawa
Turuti perintah orang tua
Tiap sholat tak lupa berdoa

Mana mungkin ada buaya
Coba lihat dengan cermat
Mana mungkin hidup bahagia
Jika pada orang tua tiada hormat

Tuesday, June 23, 2015

Pantun lucu

Ada orang Maluku di jitak
Dijitak sama orang Batak
Selama jantungku masih berdetak
Cintaku tak akan luluh lantak

Kotak amal,
di goyang-goyang.
Kemarin aku di ramal,
jodohnya sama abang.

Nangis-nangis,
mobil kena srempet.
Neng manis,
mau dong dipepet.

Namanya penjahat,
polisi jadi inceran.
Bosan jadi temen curhat,
maunya pacaran.

Nembak itik,
langsung kena.
Kamu cantik,
hey nona!

Tunda lapar,
makan indomi.
Hati menggelepar,
cintapun bersemi.

Mata belo,
ala komedian.
Gue sama elo,
maunya jadian.

Artis ngondek,
senyumannya membius.
Ga masalah pendek,
yang penting kamu religius.

Beli ketan,
beli kain songket.
Biar udah mantan,
kita tetep lengket.

Pergi jalan-jalan,
jam 11 harus balik.
Ga ada penyesalan,
kamulah yang terbaik.

Makan semangka,
makan kedondong.
Kalau suka,
nyatain dong.

Duduk anteng,
nungguin loyang.
Abang ganteng,
mau dong digoyang.

Potong sebahu,
biar ga sendu.
Kamu tahu?
Aku rindu.

Main mata,
mesem-mesem.
Neng tetep cinta,
biarpun abang keteknya asem.

Hari Jumat,
pada pake batik.
Salam hormat,
buat neng cantik.

Potong kuku,
pendek-pendek.
Hatiku beku,
si abang mendadak ngondek.

Kuda sembrani,
larinya kencang.
Kalau berani,
nyatain dong sekarang.

Lagi galau
dihibur Upin Ipin.
Bagaimana kalau
kita tukeran Pin?

Ga punya pendirian,
bikin jemu.
Ga mau sendirian,
maunya bobo sama kamu.

Jangan tanya,
kapan lulus kuliah.
Ga dapet anaknya,
mamanya boleh lah.

Pecahan genting,
di bawah kursi.
Betah meeting,
karena si boss seksi.

Ikan lohan,
di atas tungku.
Daripada duduk jauhan,
mendingan abang pangku.

Malam Jumat,
setan pada bertamu.
Rinduku kumat,
siang tadi ga bertemu.

Ke salon creambath,
biar aliran darah lancar.
Bosen ah jadi sahabat,
maunya jadi pacar!

Panasin mentega,
karena mulai beku.
Kamu mau ga,
jadi imamku?

Ubek-ubek peti,
cari gunting.
Saking cinta mati,
neng rela bunting.

Peras santan,
di pinggir kali.
Nelpon mantan?
Boleh lah skali-kali.

Tiduran di tandu,
berjam-jam.
Hati merindu,
mata sulit memejam.

Bikin anak,
di pojokan sekolah.
Kalau mau enak,
nikah dulu lah.

Ada brondong,
kakinya mulus.
Abang gondrong,
mau dong dielus.

Belah duren,
di dalam kamar.
Abang keren,
mau dong di lamar!

Tiduran di tandu,
di tengah dusun.
Aku rindu,
kapan dong di sun

Latihan kayang,
di atas meja makan.
Senyummu sayang,
sungguh menggetarkan.

Enakan tidur di dipan,
daripada di kursi.
Biar kaya papan,
menurut aku kamu seksi.

Di sodok siku,
saking kesal.
Buatku,
kamu spesial.