Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Sunday, July 26, 2015

Umar Bin Khattab

Umar Bin Khattab : Suatu Negeri akan Hancur Jika Para Penghianat Menjadi Petinggi, dan Harta dikuasai oleh Orang-orang Fasik


padangpasir….Kepada para komandan pasukan Umar Radiyallahu Anhu mengatakan : “..Perintahkan manusia agar pergi haji dan barangsiapa yang tidak mampu , maka hajikan dia dari harta Allah..”…
(Dari disertasi DR. Jabirah bin Ahmad Al Haritsi , pada program S3 Ekonomoi Islam Fakultas Syariah dan Studi Keislaman Universitas Ummul Qura Makkah dengan predikat Summa Cumlaude)
~~~~~~~~~~
Umar bin Khatab Radiyallahu Anhu  adalah Khalifah yang berhasil membangun dan meletakkan dasar-dasar ekonomi kokoh berdasarkan keimanan  dan Tauhid kepada Allah Subhana wa Ta’ala. Beliau adalah orang yang terakhir kali bisa makan dan beristirahat setelah yakin  penduduk sudah  terjamin kesejahteraannya. Beliau  sangat zuhud terhadap keduniawiaan dan itu diberlakukannya pada keluarganya. Umar Radiyallahu anhu sangat terkenal dengan pengawasan terhadap rakyatnya dan ketegasannya terhadap orang-orang yang melakukan penyimpangan, khususnya apabila orang yang melakukan penyimpangan itu adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan umum seperti Gubernur, hakim, pemungut zakat.
Dalam masa sekarang ini dimana negara-negara di dunia terbagi menjadi negara kapitalis, negara sosialis dan lain-lain sesuai dasar sistem ekonomi yang diikuti oleh setiap negara.  Ini menunjukkan begitu kuatnya hubungan antara politik dan ekonomi yang saling mempengaruhi secara timbal balik. Umar Radiyallahu anhu menjelasakan bahwa kerusakan sistem pemerintahan dan dikuasainya berbagai urusan oleh orang-orang yang fasik merupakan sebab kehancuran pilar-pilar umat; dimana beliau mengatakan,” Suatu negeri akan hancur meskipun dia makmur.” Mereka berkata,” Bagaimana suatu negeri hancur sedangkan dia makmur?” Ia menjawab ,” Jika orang-orang yang penghianat menjadi petinggi dan harta dikuasai oleh orang-orang yang fasik.”
Sesungguhnya ekonomi kontemporer mengakui sebab-sebab yang menghancurkan terhadap kerusakan ekonomi dan bahwasanya itu merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap usaha pengembangan ekonomi khususnya di negara-negara berkembang).
Oleh karena itu , Umar R.a berupaya keras dalam mewujudkan sistem pemerintahan yang baik. Bahkan seringkali beliau bertanya kepada sebahagian sahabatnya agar mereka mengemukakan pendapat mereka untuk mengetahui faktor-faktor kebaikan. Contohnya kepada Muadz bin Jabal ,” Apakah pilar perkara ini ya Muadz?’ Ia berkata,”Islam, karena dia adalah  fitrah; ikhlas , karena dia adalah substansi agama, dan ketaatan karena dia adalah perlindungan.
Dari fikih Ekonomi Umar r.a. semasa pemerintahannya ,ada beberapa point yang menyebutkan kriteria sistem pemerintahan yang baik yaitu :
  1. Pemerintah melaksanakan tugasnya nya yang terpenting yaitu menjaga agama dengan cara menetapkan hukum-hukumnya dan berjihad melawan musuh, menjaga harta kaum muslimin yaitu dengan mengumpulkan dan membagikannya sesuai syariah, menegakkan keadilan dengan meralisasikan kemanan dan ketentraman , berupaya mewujudkan kesejahteraan ummat dengan memperhatikan orang-orang  yang membutuhkan
  2. Melibatkan ummat dengan cara musyawarah ataupun memberikan andil ummat kepada pengawasan terhadap jalannya pemerintah dengan cara menasehati dan meluruskannnya
  3. Ada hak ummat menuntut pemerintah jika pemerintah mengabaikan pelaksanaan apa yang menjadi hak-hak ummat. Dalam hal ini Umar sangat peduli untuk mengetahui pendapat umum dan ia bertanya kepada Malik , sahabat dekatnya di rumah seraya mengatakan ,” wahai Malik , bagaimana keadaaan manusia?” ia menjawab “ Manusia dalam keadaan baik .”. Lalu Umar bertanya lagi “Apakah kamu mendengar sesuatu ?” Malik menjawab “ Aku tidak mendengar melainkan kebaikan”Pertanyaan ini berulang sampai tiga kali. Maka Malik berkata padanya pada hari ketiga”Apa yang kamu khawatirkan dari manusia?” Umar menjawab” Bagaimana kamu ini Malik! Aku khawatir jika Umar mengabaikan sebagian hak kaum muslimin lalu mereka datang kepadanya dengan bendera dan menanyakan hak mereka ?” Dan diantara nasehat Umar kepada para gubernurnya adalah “ Janganlah kamu memukul kaum muslimin, karena dengan itu kamu menistakan mereka. Dan janganlah kamu menghalangi hak mereka, karena dengan itu kamu menjadikan mereka untuk mendurhakai kamu..”
  4. Adanya Kestabilan yang tidak mengakibatkan kepada pergolakan dan kegoncangan. Kestabilan politik disini adalah dengan mengharamkan seorang muslim mendurhakai pemimpinnya.
  5. Pengembangan ekonomi ini menuntut adanya sistem manajemen yang memudahkan lajunya roda pengembangan dan menghilangkan rintangan dari jalannya, dimana sebagian bentuk manajemen dan sistem pengawasan yang terdapat dalam fikih ekonomi Umar r.a adalah sbb :
a.Hisbah dan pengawasan pasar
b. Pengawasan harta
c. Pengawasan kerja dan pengaturannya
d. Perlindungan lingkungan
Menurut Fiqih ekonomi tersebut ,bahwasanya ada korelasi antara pengembangan ekonomi dalam kacamata Islam dengan terwujudnya suatu lingkungan yang islami dalam segala aspek kehidupan. Dan dari dua diantara lima pilar-pilar pengembanganan ekonomi ( sebagaimana dikemukakan dalam disertasi Dr Jaribah bin Ahmad dari tesisnya yang membahas mengenai itu) adalah  
  1. Kesalehan ummat
Sesungguhnya kesalahehan ummat adalah dengan mengimani Islam sebagai akidah dan syariah dan pengaplikasiannya dalam segala aspek kehidupan.
Ketika seorang muslim meyakini bahwa dia sebagai Khalifah di bumi, ini akan mendorongnya melakukan pengembangan ekonomi karena ini merupakan hak dan sarana ummat. Dan jika ini dilakukakannya sepenuh hati karena Allah (ikhlas) maka akan menjadi ibadahnya dihadapan Allah Ta’ala.
Disisi lain , ketaatan dan kemaksiatan juga berdampak dalam kehidupan ekono mi umat, dimana ketaatan akan menjadi sebab diperolehnya keberkahan dalamn segala sesuatu, sedangkan kemaksiatan berakibat tercerabutnya keberkahan dari segala sesuatu . Allah berfirman dalam QS al A’Raf : 96
“ jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan  bumi, tetapi mereka mendustakan( ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya..”
Umar Radiyallahu anhu mengegaskan dalam pernyataannya ;”…Sesungguhnya dunia adalah kesenangan yang menawan, maka barang siapa mengambilnya dengan cara ayang benar, dia akan mendapatkan keberkahan di dalamnya, dan barang siapa mengambilnya dengan cara tidak benar maka dia seperti orang yang makan dan tidak pernah kenyang.
 2. Kebaikan sistem
Pemerintah adalah perangkat politik dan apa yang muncul darinya terkait  sistem pemerintah. Sebab dengan kebaikan perangkat politik, konsistensi pemahaman politik bagi individu dan kebaikan hubungan antara rakyat dan pemerintah, maka akan meletakkan laju pesatnya pengembangan ekonomi pada jalan yang semestinya.
Contoh sikap Umar sebagai pejabat negara dapat dilihat dari perkataaan antara lain tehadap para gubernurnya “ Sesungguhnya aku tidak menguasakan kepadamu atas urusan arah, harga diri serta harta kaum muslimin, namun aku mengutus kamu untuk menegakkan shalat, membagi fai’ mereka dan menetapkan hukum dengan Adil.
Kepada para komandan pasukan Umar Radiyallahu Anhu mengatakan : “..Perintahkan manusia agar pergi haji dan barangsiapa yang tidak mampu , maka hajikan dia dari harta Allah..”
Perkataan Umar, ” Sungguh aku sangat berupaya agar tidak melihat kebutuhan manusia melainkan aku penuhinya, selama sebagian kita terdapat keleluasaan atas sebagaian yang lain. Tapi jika demikian itu tidak dapat dilakukan, maka kita memberi contoh dalam kehidupan kita sehingga kita sama dalam kecukupan”
Dalam fikih ekonomi Umar radiyallahu anhu kita dapatkan bahwasanya politik ekonomi dijalankan oleh pemerintah merupakan tolok ukur terpenting tentang baik atau tidaknya sistem pemerintah, sekaligus merupakan karekteristik sistem pemerintah itu. Sebagai bukti hal itu bahwa Umar Radiyallahu anhu mengatakan”’ demi Allah.., aku tidak mengerti apakah aku khalifah atau seorang raja. Jika aku Raja maka demikian itu adalah perkara besar!”   Maka seorang berkata,” Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya diantara keduanya terdapat perbedaan.” Ia berkata,” Apakah itu ? Ia menjawab, ’Khalifah tidak mengambil melainkan dengan cara yang benar dan tidak meletakkannya melainkan dalam kebenaran dan Anda alhamdulillah seperti demikian itu.. Sedangkan raja adalah menindas manusia, lalu dia mengambil dari ini dan memberi yang ini.” Maka Umar pun diam. (Lr)

Tuesday, June 30, 2015

Silat

TUMBUKAN SILAT SEBENARNYA YANG TUMPASKAN BRUCE LEE

Ramai generasi muda sekarang seakan lupa sebenarnya seni Silat Melayu lebih dihormati dan mempunyai kuasa yang lebih hebat berbanding seni kung fu. Penulis sendiri telah bertemu dengan salah seorang mahaguru silat gayung untuk mendengar sendiri kisah pertarungan antara Bruce Lee dengan Dato Meor Rahman.

Semuanya bermula pada 1970, bila Dato Meor mengadakan persembahan silat selama dua minggu di Osaka Jepun. Semasa di Osaka inilah Seni Silat Gayong dan Dato Meor Rahman mendapat liputan media yang sewajarnya dan mula dikenali ramai. Bermulalah cabar mencabar bertitik tolak daripada Osaka Jepun.

Pada tahun 1972, anak murid Bruce Lee datang untuk cabar Dato Meor di Taiping. Selepas itu Bruce Lee bertemu sendiri dengan Dato Meor di Hong Kong pada tahun 1973.

Bruce Lee yang terkenal menerusi filemnya The Way Of Dragon telah menumpaskan Chuck Norris dalam filem tersebut. Ketangkasan kung fu Bruce Lee dengan gaya Wing Chun sekarang ini sudah boleh dilihat menerusi gaya kung fu dalam filem IP Man.

Ketika zaman gemilang beliau, Bruce Lee giat mencabar mana mana guru seni mempertahankan diri untuk menguji kehandalan beliau. Antara yang dicabar adalah mahaguru silat gayong Malaysia, Dato Meor Abd. Rahman.

Pada tahun 1973, Mahaguru Dato’ Meor Abdul Rahman telah keluar negara untuk melawat saudaranya yang menetap di England. Pemergian beliau ditemani oleh Dato’ Syed Ahmad Jamalullail, seorang saudaranya.

Dalam perjalanan pulang ke tanahair, pesawat yang mereka naiki telah singgah sebentar di lapangan terbang di Hong Kong. Ketika menunggu penerbangan berikutnya, beliau telah disapa oleh Bruce Lee, pakar Kung Fu dan seni beladiri Jeet Kune Do (JKD). Bruce Lee telah mendapat tahu bahawa Mahaguru Seni Silat Gayong, Meor Abdul Rahman telah berada di Hong Kong.

Setelah memperkenalkan dirinya sebagai Bruce Lee, si Raja Kung Fu, Bruce Lee telah mencabar Dato’ Meor Abdul Rahman agar bertarung dengannya. Beliau ingin melihat sejauh mana hebatnya seni mempertahankan diri milik orang Melayu yang dinamakan silat itu.

Bruce Lee dengan angkuhnya berkata jika Meor Abdul Rahman menang dalam pertarungan itu, silat Meor Abdul Rahman adalah yang terbaik, tetapi jika Bruce Lee pula yang memenangi perlawanan itu, Seni Jeet Kune Do ciptaannya adalah yang terbaik di dunia.

Oleh kerana Bruce Lee terus mendesak, maka Dato’ Meor Abdul Rahman akhirnya menyahut juga cabaran daripada Bruce Lee tersebut. Untuk mengelakkan keadaan daripada menjadi gempar, Bruce Lee dan Dato’ Meor Abdul Rahman dengan ditemani oleh beberapa orang menuju masuk ke dalam bilik tetamu di lapangan terbang tersebut.

Sebaik sahaja melihat Dato’ Meor Abdul Rahman telah bersedia, Bruce Lee pun dengan kepantasan serangan kakinya pun mula mengasak. Setelah beberapa serangan berjaya dielak, akhirnya Dato’ Meor Abdul Rahman tiada pilihan lain melainkan bertindak balas dengan melepaskan satu pukulan tangan (Kipas Senandung) yang tepat mengenai rusuk Bruce Lee.

Pukulan tangan Dato’ Meor Abdul Rahman yang nyata berbisa telah menyebabkan Bruce Lee jatuh tersungkur dan menggelupur kesakitan. Kerana belas kasihan ke atas Bruce Lee, Dato’ Meor Abdul Rahman pun menawarkan bisa pukulannya ke atas Bruce Lee menggunakan air yang didoakan dan disapu ke kawasan sakit tersebut.

Setelah Bruce Lee pulih daripada kesan pukulan Dato’ Meor Abdul Rahman tersebut, akhirnya Bruce Lee dengan rendah diri, mengakui kehebatan Dato’ Meor Abdul Rahman dan ilmu silat yang dimilikinya.

Sebelum daripada itu, pada tahun 1972, serombongan pakar-pakar Kung Fu Hong Kong telah datang ke Malaysia untuk mencari tokoh-tokoh seni beladiri yang dapat bertarung dengan Bruce Lee.

Rombongan pakar Kung Fu ini telah berjumpa dengan Dato’ Meor Abdul Rahman di Taiping. Dalam pertemuan tersebut, mereka telah mencabar Dato’ Meor Abdul Rahman untuk menunjukkan kebolehan beliau. Dato’ Meor Abdul Rahman telah menangkap serta mengunci kesemua enam orang ahli-ahli Kung Fu tersebut.

Kemudian, Dato’ Meor telah menyuruh ahli-ahli Kung Fu tersebut bertemu dengan murid kanannya pula iaitu Cikgu Ahmad bin Lazim. Kesemua enam pengikut Bruce Lee itu tumpas di tangan Cikgu Ahmad Lazim.

Memandangkan Bruce Lee masih muda dan mentah, Dato’ Meor Abdul Rahman telah menasihati Bruce Lee agar melupakan sahaja niatnya hendak mencuba beliau. Namun, Bruce Lee tetap berdegil juga.

 

Tidak lama selepas peristiwa pertarungan Bruce Lee dengan Dato’ Meor Abdul Rahman ini, Bruce Lee dilaporkan telah meninggal dunia di Hong Kong akibat penyakit misteri.(Menurut Daniel Inosanto, murid kanan Bruce Lee, di hari-hari terakhir Bruce Lee sebelum beliau ditemui mati, Bruce Lee giat mengkaji tentang Seni Silat Melayu.

Pada tahun 1973, Bruce Lee meninggal dunia pada 20 Julai 1973. Menurut Dr Langford yang merawat Bruce Lee, beliau berkata tiada siapa yang membunuh Bruce Lee, Bruce Lee yang membunuh dirinya sendiri dengan mengambil dadah secara berlebihan.

Gambar (Bruce Lee & Dan Inosanto dalam Filem ”Game Of The Death”)

Kini tugas Bruce Lee disambung oleh Daniel Inosanto, sebagai satu-satunya pewaris JKD yang ditauliahkan oleh Bruce Lee. Daniel Inosanto telah memasukkan Silat sebagai sebahagian daripada mata pelajaran Jeet Kune Do nya.)

Cerita pertarungan itu telah tersebar secara meluas dikalangan pengamal bela diri antarabangsa, tetapi menjadi sudah sekian lama rahsia itu tersimpan rapi disebabkan faktor yang tertentu.

Rentetan dari kisah yang tersebar itu wartawan majalah Black Belt telah mengeluarkan lagi sekali artikel berkenaan Silat Seni Gayong dan Dato Meor Rahman pada tahun 1974. Di kalangan masyarakat awam pula, terdengar juga desas desus pertarungan Bruce Lee ini sebenarnya adalah dengan Dicky Zulkarnain seorang aktor Indonesia yang terkenal dalam cerita persilatan Si Pitung yang dihasilkan pada tahun 1970.

Namun begitu Dicky Zulkarnain sendiri pernah menafikannya pada tahun 1987 di Kejuaraan Silat Sedunia di Kuala Lumpur dan mendakwa orang yang menewaskan Bruce Lee ialah seorang mahaguru yang berada di sini (di dalam stadium tersebut).

Terdapat juga kisah lain dimana Bruce Lee pernah ditewaskan oleh pakar shaolin, kung fu dan mereka yang tidak berpuas hati dengan beliau. Walaubagaimanapun, apa sahaja cerita sebenar yang berlaku hanya diketahui oleh rakan rakan Bruce Lee yang berada bersamanya ketika kejadian tersebut.

Diakui sendiri oleh salah seorang mahaguru seni silat gayung masih ada bahawa tumbukan Kipas Senandung itu memang amat berbisa dan punyai kekuatannya sendiri. Pesilat yang menjaga agama, akhlak dan belajar ilmu dengan tujuan yang benar memang akan mewarisi seni silat yang hebat dan luar biasa. Semua itu adalah anugerah daripada Allah SWT yang hanya diberikan sedikit kepada hambanya yang berjuang ikhlas untuk menjaga agama dan bangsa.

Difahamkan, anak murid Dato Meor yang mewarisi tumbukan Kipas Senandung (yang tumpaskan Bruce Lee) ini masih ada namun berada dalam keadaan pasif dan tidak menonjol di kalangan masyarakat. Ilmu yang ada hanya digunakan untuk tujuan tertentu ketika waktu terdesak sahaja bagi menjaga agama, bangsa dan tanahair.

Oleh itu, generasi muda Melayu sekarang perlulah aktif mempelajari ilmu persilatan ini bagi menjaga maruah bangsa dan agama. Usah terlalu agung wira wira dalam filem luar, seni silat Melayu juga sudah terbukti lebih hebat dan handal. Tuntutlah ilmu.

Monday, June 29, 2015

Penjara Pudu

SEJARAH DAN KISAH PENJARA PUDU

Setakat tempoh 36 tahun ( 1960-1996), ia telah meragut seramai 180 nyawa manusia yang melakukan pelbagai kesalahan jenayah berat. Ini belum dikira dari semenjak Penjara Pudu pada tahun 1895, di mana beribu-ribu dipercayai mati di tali gantung kerana melakukan pelbagai kesalahan berat seperti membunuh, menculik dan mengedar dadah.


Dalam zaman Jepun dipercayai ramai tahanan-tahanan perang yang dijatuhkan hukuman di sini termasuklah orang-orang Cina yang menjadi tahanan perang. Kegerunannya dirasaikan oleh sesiapapun apabila ianya disebut-sebut dan diceritakan.


Begitulah badi yang ditinggalkan oleh bilik maut Penjara Pudu. Kalau hendak disingkap peristiwa yang terakam di dalam Penjara ini memang sangat banyak. Antaranya:-

Kejadian Doktor Radzi bin Jaffar yang dijadikan tebusan pada 16hb Oktober 1986 adalah yang paling bersejarah. Punca kejadian, di klinik penjara apabila sekumpulan banduan yang diketuai oleh Jimmy Chua telah menahan dan menjadikan dua pegawai perubatan dari Hospital Besar yang membuat pemeriksaan sebagai tebusan. Bagaimanapun, kejadian yang menggemparkan negara malah di seluruh dunia itu berakhir pada pukul 5.40 pagi pada 22hb Oktober 1986, apabila Unit Tindakan Khas (UTK) yang diketuai oleh Datuk Zaman Khan menyerbu dan menyelamatkan tebusan tanpa pertumpahan darah.

Bilik Gantung Penjara Pudu digunakan sejak 1960, seramai 180 pesalah menjalani hukuman disini

Sementara itu 2 rakyat Australia, Brain Geoffrey Chamber, 28 tahun dan Kevin Barlow, 27 tahun, menjadi rakyat asing pertama dihukum gantung di penjara ini, iaitu pada subuh o7hb Julai 1986 kerana mengedar dadah di Lapangan Terbang Bayan Lepas, Pulau Pulau Pinang dalam tahun 1983.

Barlow & Chambers

Wong Swee Chin ( Botak Chin) merupakan pejenayah yang paling terkenal yang dihukum gantung di Penjara Pudu kerana kesalahan senjata api. Kes perbicaraan Botak Chin menarik perhatian ramai kerana beliau ( Botak Chin) dikatakan merompak dari orang kaya untuk dibahagi-bahagikan kepada rakyat yang miskin, ala- Robin Hood.

Botak Chin@Wong Swee Chin

Hau Tsui Ling, 30 tahun seorang pelayan kelab malam rakyat Hong Kong, menjadi wanita asing pertama dihukum gantung di Penjara Pudu kerana kesalahan mengedar dadah bersama 7 orang lelaki Hong Kong di Lapangan Terbang Bayan Lepas dalam tahun 1983. Belau digantung pada tahun 1989.Menjadi hukum karma, setiap perbuatan yang baik pasti akan dibalas dengan baik, begitulah sebaliknya.





Hukuman Rotan Yang DiJalankan Di Penjara Pudu

Mona Afendy. Pernah ditahan di Penjara Pudu sebelum dipindahkan ke Penjara Kajang pada 2 nov 2001 untuk digantung..

SEJARAH PENJARA PUDU



Penjara Pudu atau dahulunya dikenali sebagai Pudu Goal terletak di Jalan Hang Tuah mula dibina pada tahun 1891 di atas tanah seluas 10 hektar. Pembinaan penjara tersebut telah dibuat secara berperingkat dan telah siap sepenuhnya pada tahu 1895.

Penjara Pudu siap dibina 1895 menyerupai Penjara Kindy Bogambia berbentuk X.

Tembok penjara telah mula dibina pada Februari 1891 dan siap pada bulan Ogos 1892. Tembok ini dibina daripada batu bata yang dilepa dengan simen yang diimport dari negeri koloni British. Kos bagi pembinaan tembok ini sahaja berjumlah RM 15,360.90 (harga pada tahun 1800an).




Bagi blok pentadbiran dan dapur pula, ia mula dibina pada tahun 1892 dengan kos pembinaan sebanyak RM28,700.00 dan RM 3,775.00 (harga pada tahun 1800an). Pada asalnya bangunan pentadbiran terdiri dua tingkat yang menempatkan pejabat “Gaoler", pejabat kerani, stor, bilik pemeriksaan dan bilik pengawal.

Reka bentuk untuk dapur penjara adalah menyerupai dapur "pauper hospital". Bangunan dapur ini mengandungi sebuah stor dan bilik timbang.

Sebelum bangunan utama penempatan banduan siap dibina, lima buah bangunan sementara telah dibina bagi menempatkan banduan-banduan yang menjalankan kerja-kerja pembinaan. Bangunan tersebut telah dibina dalam kawasan tembok penjara. Bangunan penempatan utama telah mula dibina pada bulan November, 1891 dan siap pada bulan Mac, 1892. 

Bangunan penempatan utama ini mengandungi 240 bilik menyerupai Penjara Kandy di Bogambia iaitu berbentuk X dan dibina setinggi tiga tingkat. Setiap blok dipisahkan oleh pintu pagar yang berkunci. Ia dibina dengan harga RM 84,886.00.

Pada tahun 1894 sewaktu lawatan Residen British, beliau telah mencadangkan agar dibuat pertambahan sebanyak 54 bilik lagi untuk disambung di Blok C dan D. Kerja-kerja penyambungan ini telah siap dibuat pada tahun 1895.

Blok D telah menempatkan bilik akhir dan bilik gantung. Dari tahun 1960 hingga 1993, seramai 180 pesalah telah menjalani hukuman gantung sampai mati disini.

Muatan asal Penjara Pudu pada awal pembinaannya hanyalah seramai 600 orang pesalah. Setelah kemasukan yang kian meningkat, pembinaan baru telah dibuat, sehinggalan penjara ini mampu menampung 2,000 orang pesalah dengan kadar muatan selesa.

Pada tahun 1985 penjara bersejarah ini telah memcatatkan jumlah bilangan banduan yang tertinggi iaitu seramai 6,550 orang pada satu masa. Kesesakan ini memaksa banduan bergilir-gilir (shift) untuk tidur.

Ruangan dalam penjara yang suatu ketika dahulu dipenuhi dengan banduan

Kumpulan banduan yang terawal menghuni penjara ini diambil dari daerah Jugra, Hulu Langat, Banting, Ampang, Klang dan Rawang. Sebelum penjara ini diwartakan sebagai penjara reman, terdapat beberapa kategori banduan telah ditempatkan iaitu banduan jatuh hukum, banduan akhir, banduan buang negeri, banduan buang tempatan, banduan seumur hidup dan banduan seumur hayat.

Penjara yang banyak menceritakan kisah suka duka kepada jabatan ini telah mencatat rekod kerana muralnya yang menghadap Jalan Pudu dan Jalan Hang Tuah merupakan mural terpanjang di dunia iaitu sepanjang 384 meter dan tinggi 4.5 meter telah dilukis oleh banduan dengan menggunakan 2,000 liter cat

Khong Yen Chong menunjukkan Anugerah Penghargaan yang diterimanya seabagai pelukis tembok Penjara Pudu semasa beliau menjadi tahanan disana sekitar tahun 80an.
Lukisan beliau telah di iktiraf sebagai lukisan terpanjang didunia oleh Book Of Guinness..

Kesan grafiti banduan yang masih kekal didinding penjara Pudu.

Kepesatan pembangunan persekitaran yang begitu cepat menyebabkan ciri-ciri keselamatan penjara unik ini semakin tergugat. Penjara Pudu yang sarat menyimpan 1001 kisah dan tauladan kepada Jabatan Penjara dan negara ini terpaksa ditutup pada jam 9.05 pagi 1 November 1996 setelah lebih 100 tahun digunakan.

Tapak penjara yang terletak di kawasan segi tiga emas ini telah pun dirobohkan untuk tujuan komersial oleh Perbadanan Pembangunan Bandar (UDA) dan sebagai gantinya, UDA telah membina sebuah penjara baru iaitu Penjara Sungai Buluh yang mempunyai keluasan 89.03 hektar yang terletak lebih kurang 36 km dari Kuala Lumpur dan diberikan kepada Jabatan Penjara.

Komplek Penjara Pudu diwaktu malam. Semuanya hilang bila Bangunan Bersejarah ini telah dirobohkan.

Sejarah Kedatangan Islam Ke Tanah Melayu.

SEJARAH KEDATANGAN ISLAM KE TANAH MELAYU
Sebelum kedatangan Islam, masyrakat Melayu menganut fahaman animisme. Keadaan ini berubah selepas kedatanagan Islam yang membawa konsep tauhid dengan menafikan kewujudan Tuhan yang banyak. Bermula dengan konsep keesaan Tuhan dan ibadat yang luas Islam telah berjaya menarik minat masyarakat tempatan. Sejak kedatangan Islam, kehidupan harian masyarakat Melayu dan adat istiadat tertentu yang didapati bertentangan dengan akidah ditinggalkan secara beransur-ansur (Ruslan Zainuddin, 2004: 91-92).

Peta Kepulauan Riau Kuno

Kedatangan Islam ke Tanah Melayu dipercayai bermula pada abad ke-7 masihi. Pandangan ini berdasarkan kemungkinan agama Islam disebarkan oleh para pedagang dan pendakwah dari Asia Barat ke Negara China. Seterusnya Islam semakin berkembang pesat berikutan dengan kemunculan beberapa buah kerajaan Islam di Pasai dan Perlak di persekitaran Selat Melaka pada abad ke-13 Masihi. Mengikut cacatan Marco Polo, agama Islam telah tersebar di Tanah Melayu sebelum abad ke-15. Pada tahun 1292, semasa Marco Polo dalam perjalanan pulang dari China, beliau telah melawat Sumatera. Perlak ialah pelabuhan pertama yang disinggahinya. Beliau menyatakan pada masa itu telah wujud usaha-usaha untuk mengislamkan penduduk tempatan oleh para pedagang Arab di Nusantara. Menurut beliau lagi, itulah satu-satunya negeri Islam di Kepulauan Melayu pada masa itu (Hall dlm Ruslan Zainuddin). Manakala Ibn Battutah, pengembara Arab yang singgah sebanyak dua kali di Samudera semasa dalam perjalanan pergi dan balik dari Negara China antara tahun 1345 hingga 1346, menyatakan bahawa raja Samudera ketika itu telah memeluk Islam dan mengamalkan Mazhab Shafie. Menurut beliau lagi, negeri-negeri lain di sekelilingnya masih belum mmeluk Islam. Sepanjang tempoh abad ke-13 dan ke-16 Masihi, agama Islam telah tersebar dengan meluas hampir ke seluruh Kepulauan Melayu dan mengurangkan pengaruh agama Hindu-Buddha yang bertapak berabad-abad lamanya di Tanah Melayu. Sejak itu, Islam telah berkembang pesat sehingga menjadi agama yang dianuti oleh sebahagian besar penduduk di Kepulauan Melayu (Ruslan Zainuddin, 2004: 91).

Dari sudut sejarahnya selepas kedatangan Islam dan pembentukan Kerajaan Melaka yang bercorak keislaman, kita dapati proses Islamisasi di bidang undang-undang, sosio-budaya dan politik berterusan berlaku. Dalam bidang undang-undang dimulai dengan undang-undang Kanun Melaka & Kanun Laut Melaka, diikuti pula dengan Kanun Pahang dan seterusnya Kanun Kota Setar dan lain-lain. Demikian juga dengan Perlembagaan Terengganu & Perlembagaan Negeri Johor. Perubahan dalam bidang sosio-budaya juga berlaku di mana orang Melayu telah menghayati nilai-nilai akhlak Islam dalam kehidupan yang terangkum dalam adab-adab kehidupan mereka seperti adab berpakaian, adab berbahasa, adab berjiran dan sebagainya. Dalam bidang politik, pemerintah dianggap sebagai pemerintah di mana kekuasaan politik itu merupakan satu amanah Allah dan para pemimpin diminta bertindak mengikut lunas-lunas yang digariskan oleh Islam.

PENGHAYATAN ISLAM BERTERUSAN DI ZAMAN PENJAJAHAN

Proses Islamisasi Undang-undang & Sosio-Budaya dan Politik tergugat dengan kedatangan penjajah British, tetapi tidak banyak terjejas di zaman Portugis dan Belanda. Di zaman penjajahan British peranan Undang-undang Islam diperkecilkan bidang perlaksanaannya & golongan yang terlibat dengan Undang-undang Islam, iaitu hanya untuk orang-orang Islam dan bidangnya hanya bidang undang-undang diri dan kekeluargaan. Sesungguhnya begitu, kita dapati dalam bidang-bidang yang lain, seperti pendidikan agama, kehidupan keagamaan dan kehidupan individu dan keluarga serta masyarakat masih diberi ruang untuk dihayati dan tidak diganggu-gugat. Justeru itulah kita dapati perkembangan Islam dan penghayatannya masih dapat dipertahankan (JAKIM).

PENGHAYATAN ISLAM DI ZAMAN KEMERDEKAAN

Kemerdekaan Malaysia yang dicapai pada 31 Ogos 1957 adalah usaha daripada UMNO, yang dipimpin oleh Tunku Abdul Rahman. UMNO cuba menunjukkan kekuatannya kepada pihak berkuasa British dengan menggabungkan parti China (MCA) dan parti India (MIC) dalam gagasan “Perikatan”, dengan mengekalkan identiti parti masing-masing dalam perkara-perkara tertentu (JAKIM).

Berasaskan perikatan ini didapati pensyarikatan kuasa politik berlaku antara etnik China, India dan Melayu, tetapi walau bagaimanapun UMNO masih merupakan kuasa politik dominan dalam pemerintahan. Sejak daripada tahun 1957 sehingga kini kedominan parti UMNO dapat dipertahankan dalam menguasai pemerintahan negara. Sungguhpun UMNO sebuah parti sekular, pendukung-pendukungnya adalah dari golongan Melayu Muslim yang masih sensitif kepada Islam kerana adanya sensitif ini didapati kedudukan Islam dan orang Melayu Islam ada keistimewaan-keistimewaan tertentu dan begitu juga intitusi-intitusi Islam di peringkat negeri dan pusat masih diberi kedudukannya yang tersendiri (JAKIM).

Sejak daripada tercapainya kemerdekaan, perhatian kepada pembangunan masyarakat Islam terus berlaku dalam bidang pendidikan, ekonomi dan sosial cuma yang agak tersekat dalam proses Islamisasi ialah bidang undang-undang yang disegi kenyataannya untuk dibuat perubahan secara menyeluruh terhalang disebabkan beberapa peruntukan yang ditinggalkan oleh penjajah dalam perlembagaan, Undang-undang Federal dan Pusat. Undang-undang yang agak ketara percanggahannya adalah di bidang jenayah hudud, adapun di bidang jenayah membunuh & mencederakan sebahagian daripada prinsip dan hukumnya tidak banyak beza dengan Islam, demikian juga dalam hukum ta’zirkesalahan-kesalahan maksiat. Selain daripada itu dalam muamalat hanya unsur riba yang ketara bercanggah dengan Islam, tetapi dalam bahagian yang lain tidak banyak percanggahannya. Dalam bidang kekeluargaan didapati sepenuhnya undang-undang Islam dilaksanakan, kecuali negeri yang masih berpegang, kepada adat perpatih (JAKIM).

Dalam proses meneruskan Islamisasi di bidang undang-undang didapati peruntukan-peruntukan khas diwujudkan untuk kepentingan Islam dan masyarakat Islam seperti Akta Bank Islam, Akta Takaful, Falsafah Pendidikan Negara, Akta Universiti Antarabangsa, Akta Koperasi dan sebagainya. Melihat kepada perkembangan ini ternyata proses Islamisasi berterusan berjalan dengan adanya ruang peruntukan dalam Undang-undang Negeri & Persekutuan, Cuma yang perlu diusahakan ialah bahagian-bahagian tertentu dalam Undang-undang Federal, Perlembagaan dan undang-undang Negeri yang menghalang perlaksanaan Islam yang menyeluruh perlu dipinda (JAKIM).

SISTEM DEMOKRASI & PENGHAYATAN ISLAM

Selepas merdeka kita didedahkan dengan sistem demokrasi berparlimen, yang ditaja oleh penjajah British sebelum Malaysia diberi kemerdekaan. Untuk melaksanakan sistem demokrasi dalam pemerintahan maka parti politik ditubuhkan. Dalam sistem berparti ini terdapat peruntukan untuk parti pemerintah & parti pembakang. Dilihat dari sudut Islam sistem demokrasi ini dapat diterima dari satu sudut iaitu memberi suara kepada rakyat memilih pemimpin mereka secara bebas dan terbuka tetapi yang tidak cocok dengan Islam ialah ia membelah umat berterusan kepada dua kelompok, kelompok pemerintah dan kelompok pembangkang yang menentang pemerintah dalam ruang terbatas. Sedangkan dalam Islam mengajak kepada kesatuan umat dan mendekatkan jurang pemisahan di antara kelompok, bukan meluaskan jurang (JAKIM).

Walau bagaimanapun kenyataan ini wujud di hadapan kita dan kita terpaksa menerima sistem ini dengan dibuat perhitungan bahawa sistem ini bukan suatu kebenaran mutlak dan ia adalah tajaan penjajah yang masih meneruskan polisinya “divide & rule”. Kalau diambil asas yang masakini iaitu kuasa politik Melayu Muslim masih ada sebagai titik tolak untuk menyatukan Kelompok Islam, dengan mengambil kira Islam sebagai asas dalam penyelesaian kuasa politik dan cuba menjauhkan titik-titik perbezaan serta mencari titik-titik persamaan yang membina, maka dirasakan ini lebih bermanfaat untuk kekuatan masa depan politik orang Islam. Kalau tidak kita berterusan menjadi alat idea penjajah “divide & rule” yang kita sendiri memecahkan kelompok kita dengan tangan kita sendiri. Oleh itu bagi memudahkan proses penyatuan umat di masa depan kita perlu menerima sebagai suatu kenyataan bahawa negara ini ialah sebuah negara Islam. Dengan menerima negara ini sebagai sebuah negara Islam bukan bermakna ianya telah selesai segala tuntutannya. Kesempurnaannya perlu kepada pengisian daripada kita, sama juga seorang Muslim yang diakui sebagai Muslim selepas mengucap dua kalimah syahadah bukan bermakna Muslimnya sudah sempurna, kesempurnaan Islamnya bergantung kepada proses peningkatan ilmu & penghayatan Islam pada dirinya (JAKIM).

KESIMPULAN

Tidak ada kesepakatan dikalangan ulama tentang kriteria negara Islam kerana tidak terdapat nas Qat’i yang menentukannya. Justeru itu ulama berbeza pandangan dalam ijtihadnya dalam menentukan ciri-cirinya. Ada yang mencirikan bilangan majoriti Muslim sebagai penentu dan ada mencirikan perlaksanaan syari’ah sebagai penentu. Dalam pengalaman sejarah politik Islam tidak terdapat penentuan cara yang tetap dalam pemilihan pemimpin negara. Ada secara pemilihan terbuka dan ada secara warisan, tetapi semua bentuk pemimpin yang ditentukan itu diterima sah oleh ulama yang membincangkan teori politik Islam. Ulama juga tidak sepakat pendapat tentang syarat-syarat yang ditetapkan bagi ketua negara, kecuali beberapa syarat sahaja seperti keupayaan jasmani, kelayakan undang-undang, adil, kelayakan ilmu siasah, peperangan dan pentadbiran. Kerakyatan negara Islam sama ada Muslim atau bukan Muslim adalah sama disegi hak dan kewajipan kecuali perkara-perkara khusus yang dikecualikan. Mereka dikira sebahagian daripada umat Islam (ummatun min al-Muslimin). Malaysia adalah sebuah negara Islam berdasarkan kepada majoriti penduduk Islam, keamanan yang dinikmati, perlaksanaan undang-undang Islam sebahagian besarnya dan kepimpinan negara dikuasai oleh orang Melayu Muslim (JAKIM).

Thursday, June 25, 2015

Sejarah kezaliman cina kominis

kesah kezaliman cina kominis terhadap org melayu di tempat ku.aku kisahkan sikit cerita di tempatku di antara ayer hitam dan yong peng johor.( rahsia)... di ceritakan pakcikku yg masih hidup. ketika itu ia berumur antara 12-14 th..ketika memuncaknya kominis di kaw ku. beliau masih kecil tapi masih terbayang peristiwa itu. pd suatu mlm org kg sedang berkumpul dan kenduri sambil berbincang. tapi sebelum itu saolah kejadian itu dirancang olih talibarut2 cina kominis yg menyamar spt org kg. mereka bebaik baik dgn org kg.memberi bantuan beras dan sedikit makanan untuk mengadakan jamuan. ketua2 kg ada yg pergi dan ada yg tidak saolah olah ada yg tahu ada perkara yg tak sedap akn berlaku pd mlm itu.krn waktu itu info terhad.setelah orng kg berkumpul di atas sebuah rumah kayu dlm keadaan gelap, pihak kominis rupanya sudah mengepung rumah tersebut. sedang org kg leka berbual kominis ini pun membakar sekaligus rumah tersebut. rumah kayu memang mudah dibaham olih api. tidak sampai beberapa jam di di agakkan seramai 200 org telah hangus terbakar..
esoknya heboh beberapa buah kg di sekitar.tentang kejadian itu. apalagi ketua2 kg dan org2 kuat bertemu berbincang untuk membalas dendam. pakcik ku menceritakan dgn semgt dendam yg membara org kg yg terer2 menangkap org2 cina tak kira kecik besar laki2 perempuan. di kumpulkan sedret di satu kaw dan disediakan lubang. masing2,pemuda yg berani dan gagah memancung kepala cina2 ini. pakcikku memandang dari jauh. di ceritakan olih bapaknya, kesemua cina dipancung tersebut sebanyak lkurg 400 org. kesemuanya ditanam dlm banyak lubang. kisah ini menjadi rahsia. tidak diceritakan dan dibukukan... baru2 ini sebuah projek untuk membina pagar sekolah. pekerja jcb sedang mengorek tanah telah terjumpa beberapa tengkorak. pada yg tahu kisah itu, untuk tidak memanjangkan cerita tengkorak2 tersebut telah di timbus kembali.inilah sikit kejadian dari banyak kejadian kezaliman cina kominis di waktu itu. banyak lagi peristiwa2 yg tidak diceritakan dan menjadi rahsia hingga hari ini. kerana org2 yg tahu telah meninggalkan kita terlebih dahulu. sekian, alfatehah untuk org melayu yg telah dibunuh olih lahanat cina kominis ini.

Sejarah

Artikel ini saya simpan sejak tahun 2008 lagi dan saya telah membuat postnya pada tahun 2011 dimana ianya mendapat tentangan hebat dari penyokong DAP yang terdiri daripada orang Melayu yang meyokong PKR dan PAS.

Dimasa itu tidak banyak kejadian yang berlaku mengikut apa yang tertulis, Tetapi sekarang ianya telah pun berlaku  sedikit demi sedikit dan ianya telah memberikan impak yang besar dalam politik Melayu yang mana akan kehilangan kuasa apabila ianya dibiarkan.

KITA semua kaum Cina di mana sahaja kita berada mestilah berbangga dengan bangsa kita, samada Cina Amerika, Cina Singapura, Cina Taiwan dan Cina Malaysia. Kita mestilah mengekalkan identiti kita. Di Malaysia, kita mesti memberitahu anak-anak kita dan mengajar mereka cara-cara perjalanan halus.

Setakat ini oleh kerana kedudukan kita, kita tiada pilihan untuk memilih kerajaan yang majoritinya dikuasai oleh orang Melayu.

Tetapi kita sedar di bidang perniagaan dan perindustrian, orang Melayu tidak ada melainkan mengekalkan bangsa kita (Cina) sebagai unsur utama meninggikan ekonomi Malaysia dengan meletakkan keutamaan Bahasa Mandarin atau Kantonis di dalam akhbar tempatan sebagai syarat penerimaan atau syarat kelayakan perlu.

Maka orang-orang Melayu tentunya terpinggir dari bidang pekerjaan tersebut. Jadi kita mengambil kesempatan ini atas kedudukan kita dan meminta hak-hak politik.

Orang-orang kita yang bergiat di bidang pelajaran hendaklah pastikan bahawa generasi yang akan datang tidak akan diajar segala pengorbanan orang Melayu, terutama sekali dalam pelajaran sejarah, Ilmu Alam dan lain-lain mata pelajaran, baikpun di sekolah rendah mahupun di sekolah menengah.

Kita mesti mengajar anak-anak dan anak orang Melayu supaya mempunyai pendirian bahawa kejayaan itu bergantung semata-mata atas kebolehan.

Untuk tujuan ini kerajaan Singapura yang kita harus banggakan kerana telah berjaya memecah-belahkan orang-orang Melayu dengan cara membahagikan mereka kepada banyak puak seperti Banjar, Acheh, Bugis, Mandaling, Boyan dan lain-lain.

Dari kesannya jiwa rancangan ini, orang Melayu yang dulunya merupakan 19% daripada penduduk Singapura, sekarang hanya tinggal 10% sahaja.

Sekarang mereka tiada pilihan melainkan memuji kerajaan Singapura kerana memberi mereka satu kestabilan, keadilan dan harapan untuk masa depan iaitu mana-mana bentuk yang kerajaan suka dan fikirkan, pasti mereka terima, sebabnya orang Melayu di sana tiada mempunyai suara lagi dan mereka akan tetap menumui kegagalan.

Sebagai orang Cina tulin, saya juga berbangga dengan cara yang dilakukan oleh En. Lim Chong Eu di Pulau Pinang untuk memecah belahkan orang-orang Melayu di sana. Beliau telah berjaya mengambil tanah-tanah orang-orang Melayu dan memajukannya sebagai kawasan perumahan dan perindustrian.

Oleh kerana harga rumah-rumah itu terlalu tinggi bagi orang Melayu, mereka tiada keupayaan langsung untuk memiliki rumah-rumah tersebut. Polisi ini tidak sahaja harus dilakukan di Pulau Pinang, tetapi juga di lain-lain tempat selain bandar-bandar besar seperti Ipoh, Kuala Lumpur, Seremban, Melaka, Johor Baharu dan Kuantan. Kita orang Cina harus mara ke Alor Setar, Kangar, Kota Baharu dan Kuala Terengganu.

Tujuan kita ialah untuk menguasai segala kegiatan perdagangan yang berkaitan dengan bahan makanan, enjin, bank-bank serta pertanian. Alasan yang munasabah perlu dicari dan dikemukakan kepada kerajaan untuk menaikkan harga barang-barang keperluan harian. Inilah yang kita akan terus gunakan untuk mendapatkan kekuasaan politik di Malaysia.

Oleh kerana kita telah kukuh di bidang Antarabangsa, kita mesti menganggap bahawa saluran penyebaran am yang ada pada kita. Setakat ini, dunia menganggap bahawa kerajaan Malaysia sekarang adalah anti Cina dan Pro-Melayu dan juga kita orang Cina ditindas.

Orang Cina tersingkir dari kebanyakan peluang, itulah anggapan mereka. Juga bahawa kepakaran dan titik peluh kita telah tidak diberi dan mendapat ganjaran yang sepatutnya.

Walau bagaimanapun, kebelakangan ini terdapat langkah-langkah yang diambil oleh elit-elit Melayu untuk mengubah gambaran ini dan menyuarakan a